KETIK, MALANG – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) mulai menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada mahasiswa sejak awal memasuki kehidupan kampus. Salah satunya diterapkan dalam pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Rektor Unikama, Prof. Dr. H. Sudi Dul Aji, M.Si., mengatakan, dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru diwajibkan membawa tumbler dan tidak diperbolehkan membawa minuman dalam kemasan sekali pakai. Untuk memenuhi kebutuhan air minum, Unikama menyiapkan air putih di sejumlah titik yang dapat dimanfaatkan mahasiswa.
"Memang kami juga konsen terhadap lingkungan itu. Nah, yang paling dekat ini sebenarnya dalam rangka PKKMB, kami juga mewajibkan Maba tidak boleh membawa gelas-gelas plastik. Kami menggunakan tumbler, kemudian kita siapkan juga air putihnya di beberapa titik supaya bisa dimanfaatkan," ujarnya pada Ketik.com, Rabu, 16 September 2026.
Kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi sampah plastik selama PKKMB. Unikama juga ingin membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak mahasiswa pertama kali berada di lingkungan kampus.
"Itu salah satu juga bentuk peduli lingkungan kita dan menanamkan kesadaran kepada mahasiswa itu," lanjutnya.
Kebiasaan mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai juga mulai diterapkan dalam aktivitas internal kampus. Salah satunya dalam kegiatan rapat yang kini mulai menggunakan tumbler.
"Nah, sementara kita saat ini menerapkan itu, misalnya rapat-rapat itu sudah tidak lagi menggunakan air mineral botolan, tapi menggunakan tumbler. Nah, ini sudah kita membiasakan, mengurangi residu sampah yang berlebihan. Itu salah satunya," terangnya.
Selain melalui kebiasaan sehari-hari, Unikama juga mendorong sejumlah program studi mengintegrasikan pendidikan lingkungan dalam kegiatan pembelajaran.
Salah satu contohnya dilakukan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) di salah satu SMP melalui edukasi pemanfaatan limbah dalam proses pembelajaran.
"Yang sudah itu, kalau tidak salah PPG ya, PPG itu kemarin juga di salah satu SMP 12, di dalam proses pembelajarannya juga mengedukasi bagaimana memanfaatkan limbah dalam proses pembelajarannya," terang pria yang baru saja mendapat penghargaan Ketik Awards 2026 tersebut.
Menurut pihak kampus, kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah. Harapannya, kesadaran tersebut tetap terbawa ketika mereka memasuki dunia kerja.
"Suatu saat, pada saat dia sudah bekerja di manapun, dia masih peduli terhadap lingkungan itu. Nah, arahnya ke sana," ungkapnya.
Melalui PKKMB, Unikama akan kembali menekankan pentingnya menjaga lingkungan kepada mahasiswa baru. Penggunaan tumbler menjadi salah satu langkah sederhana untuk membangun kebiasaan tersebut.
"Itu adalah salah satu, di samping nanti pada saat pelaksanaan kita tekankan kembali, pentingnya bagaimana kita mengelola lingkungan supaya tidak tercemar," pungkasnya.(*)
