KETIK, JOMBANG – Pemerintah Kabupaten Jombang bersama Panitia Lokal Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 beraudiensi guna menyamakan persepsi dan memetakan persiapan teknis, Kamis 16 Juli 2026.
Langkah koordinasi ini menjadi komitmen Pemkab Jombang dalam mendukung perhelatan akbar yang akan dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, serta dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Tamu Swagata Pendopo Kabupaten Jombang pada Kamis, 16 Juli 2026 siang, dipimpin langsung oleh Bupati Jombang Warsubi dengan didampingi Wakil Bupati Salmanudin, Sekdakab Jombang, Asisten, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Audiensi ini mendengar langsung pemaparan awal dari delegasi Panitia Lokal Muktamar yang dipimpin oleh H. Abdurrozaq Sholeh selaku Ketua, bersama H. Amin Yahya, Moh. Nasir Fadlillah, Harun Arrosyid, dan Arif Rohmatussalam.
Sementara dari Pemerintah Desa Tambakrejo Moh. Nasir Fadlillah selaku Kepala Desa, Harun Arrosyid sebagai Sekretaris Desa, dan Arif Rohmatussalam mewakili Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Bupati Warsubi menyampaikan bahwa penunjukan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, sebagai lokasi Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026, merupakan sebuah kehormatan, sekaligus kebanggaan besar bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jombang.
Atas dasar tersebut, jajaran Pemkab Jombang berkomitmen memberikan dukungan penuh demi menjamin kelancaran, kenyamanan, dan kondusifitas sepanjang acara berlangsung.
Bupati menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) bersama seluruh OPD terkait untuk segera membangun koordinasi intensif dengan panitia lokal dan pemerintah desa.
Fokus instruksi Bupati mencakup pembentukan tim tanggap khusus lintas sektor untuk pengkondisian lapangan, penyediaan fasilitas sanitasi penunjang berupa toilet portabel, serta manajemen pengelolaan sampah yang terpadu di sekitar area pondok pesantren.
Di sektor infrastruktur, dinas terkait diperintahkan untuk segera melakukan perbaikan jalan yang rusak serta mengoptimalkan sistem penerangan jalan umum (PJU) pada rute-rute strategis menuju lokasi utama.
Selain sukses penyelenggaraan, momentum teologis dan organisasional ini diyakini membawa dampak positif yang signifikan bagi kemajuan daerah. Dari sektor ekonomi, kehadiran puluhan ribu muktamirin dan penggembira dari seluruh penjuru tanah air diproyeksikan akan menstimulus pertumbuhan ekonomi lokal.
Sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM lokal dipastikan akan merasakan dampak ekonomi langsung, termasuk optimalisasi peran BUMDes Tambakrejo dalam mengelola potensi ekonomi desa selama acara berlangsung.
Di sisi lain, Muktamar NU ke-35 ini juga menjadi katalisator percepatan pembangunan infrastruktur publik di Kabupaten Jombang, yang manfaat jangka panjangnya dapat dinikmati oleh masyarakat luas pasca-event. Secara sosiokultural, perhelatan ini semakin memperkokoh legitimasi historis Jombang sebagai rahim lahirnya Nahdlatul Ulama sekaligus menegaskan jatidiri Jombang sebagai "Kota Santri" yang inklusif, ramah, dan representatif dalam menyelenggarakan agenda-agenda berskala nasional maupun internasional. (*)
.png)