Gandeng BKN Untuk Ujian CAT 2026, Kemenhaj Pastikan Seleksi PPIH Transparan dan Akuntabel

31 Agustus 2026 15:19 31 Agt 2026 15:19

Niesky Hafur, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gandeng BKN Untuk Ujian CAT 2026, Kemenhaj Pastikan Seleksi PPIH Transparan dan Akuntabel

Kasubdit Penyiapan, Pemetaan, dan Rekrutmen Petugas Haji, Ihsan Faisal ( tengah ) saat saat meninjau pelaksanaan ujian di Kantor Pusat BKN Cililitan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026 (Foto: Humas Kemenhaj RI )

KETIK, JAKARTA – style="margin-left:2px">Proses seleksi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 1448 H/2027 M mulai masuk tahap tes Computer Assisted Test (CAT) pada calon PPIH bidang Kesehatan.

Tidak seperti tahun sebelumnya, tahun ini Kementerian Haji dan Umrah RI resmi menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tahap CAT ini dilakukan serentak di Indonesia, Senin, 31 Agustus 2026.

Kasubdit Penyiapan, Pemetaan, dan Rekrutmen Petugas Haji, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa penggunaan gawai pribadi pada seleksi sebelumnya kerap memicu kendala teknis akibat beragamnya jenis dan spesifikasi perangkat yang digunakan peserta.

​ “Tahun ini kita coba memperbaikinya dengan menggandeng BKN yang sudah kredibel dan sangat kompeten di bidang CAT," ujar Ihsan saat meninjau pelaksanaan ujian di Kantor Pusat BKN Cililitan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.

Pasalnya, tahun sebelumnya sistem CAT mandiri mengalami berbagai kendala. Langkah kolaborasi ini diambil sebagai bentuk evaluasi atas pelaksanaan seleksi tahun-tahun sebelumnya yang masih menggunakan sistem mandiri berbasis gawai (gadget) pribadi peserta.

"Tahun lalu dan sebelumnya kita melaksanakan CAT mandiri dengan sistem kita, para peserta menggunakan gawainya masing-masing yang tentu sangat bervariatif dari sisi jenis dan kualitasnya, sehingga berpotensi menimbulkan kendala teknis,” sambungnya.

​Selain perbaikan infrastruktur ujian, aspek transparansi juga menjadi fokus utama dalam rekrutmen kali ini. Sebelum ujian dimulai, panitia melakukan prosesi pembukaan segel ruangan ujian yang sebelumnya disegel bersama oleh tim Kementerian Haji dan Umrah RI dan Inspektorat Jenderal (Itjen).

​"Sebelum masuk ruangan, kita saksikan bersama pembukaan segel. Ini artinya kita menjamin akuntabilitas pelaksanaan CAT ini. Seluruh prosesnya diupayakan transparan, terbuka, dan akuntabel agar petugas yang dihasilkan adalah petugas yang terbaik," tegas Ihsan.

​Pelaksanaan ujian berbasis komputer ini diikuti oleh 3.220 peserta dari unsur Tenaga Kesehatan (Nakes) yang tersebar di 34 titik lokasi Kantor Regional (Kanreg) dan UPT BKN di tingkat provinsi.

Khusus di Kantor Pusat BKN Cililitan, sebanyak 204 peserta diundang untuk mengikuti seleksi CAT, namun dikarenakan berbagai alasan, hanya 194 orang yang dapat melaksanakan ujian.

​Ujian CAT ini merupakan tahap kedua dari empat rangkaian seleksi ketat PPIH. Setelah melewati seleksi administrasi dan CAT, peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan ke tahap evaluasi kesehatan (Medical Check-Up/MCU) serta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH selama satu bulan penuh sebelum resmi bertugas melayani jemaah haji. ( * )

Tombol Google News

Tags:

Ujian Cat Seleksi PPIH BKN