KETIK, MALANG – Memasuki hari ketujuh atau genap sepekan pada Selasa, 27 Oktober 2026, proses penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang Kota Malang menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Titik api berhasil dipadamkan setelah dilakukan berbagai upaya mulai dari pembasahan, injeksi air ke dalam gunungan sampah, hingga water bombing.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Heru Mulyono mengatakan, secara umum titik api sudah tidak ada. Dari total 8 hektare area old sanitary landfill yang terbakar, kurang lebih seluas 4 hektare diantaranya sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
"Alhamdulillah sudah jauh sekali berkurang, dan bisa dikatakan titik api sudah tidak ada. Namun demikian, masih muncul api-api kecil akibat gas metana. Tetapi, hal itu tidak sampai membesar dan merambat kemana-mana," jelasnya kepada Ketik.com.
Dirinya juga menyampaikan, bantuan water bombing dari Pemprov Jatim sangat efektif membantu pemadaman. Selain itu, faktor cuaca hujan yang turun sejak Sabtu, 24 Oktober turut memberikan pengaruh positif dalam mengurangi intensitas kepulan asap.
Baca Juga:
Terungkap! Puntung Rokok Jadi Pemicu Kebakaran TPA Supit Urang Kota Malang, Polisi Tetapkan 1 Tersangka"Dengan adanya hujan, udara di lokasi bersih dari asap. Selain itu, hujan juga membasahi bagian permukaan gunungan sampah sehingga api tidak merambat," terangnya.
Untuk memadamkan potensi bara api yang masih membara di dalam gunungan sampah, petugas melakukan inovasi dengan membuat peralatan yang mempermudah proses injeksi air. Alat rakitan tersebut berupa pipa yang dilubangi, dan dibuat berdasarkan masukan dari teman-teman Pemadam Kebakaran (Damkar) yang sedang berjibaku memadamkan karhutla di Kalimantan.
"Sebelumnya, kami harus membuka tumpukan secara manual untuk memadamkan bara api. Lalu, kami coba dengan memasang pipa besi berlubang yang ditancapkan langsung ke gunungan sampah. Kemudian, dihubungkan dengan selang dari unit mobil pemadam sehingga air menembus langsung di bawah permukaan," bebernya.
Sementara itu, Kepala UPT TPA Supit Urang Kota Malang, Putra Dwi Arifandi menyampaikan, bahwa personel gabungan dari berbagai unsur masih berupaya melakukan pendinginan pada area yang gerbakar. Meski titik api telah padam, namun kepulan asap putih masih mengepul dari dalam timbunan sampah.
Baca Juga:
Targetkan Pengangguran Turun, DPRD Kota Malang Minta APBD 2027 Tepat SasaranDengan adanya peristiwa kebakaran tersebut, turut berdampak pada aktivitas pemrosesan akhir sampah. Pasalnya, sebagian area landfill belum dapat dimanfaatkan karena masih dilakukan pembasahan secara intensif.
Oleh karena itu, pengelola TPA mengoptimalkan area landfill yang tidak terdampak untuk menjaga alur layanan pembuangan sampah dari masyarakat.
"Yang jelas tetap berdampak. Tetapi kembali lagi, kami mengoptimalkan area landfill yang tidak terdampak kebakaran. Jadi, area tersebut kami manfaatkan secara maksimal," tandasnya. (*)