Hari Keenam Kebakaran TPA Supit Urang Malang, Operasi Water Bombing Berlanjut

26 Oktober 2026 14:22 26 Okt 2026 14:22

Kukuh Kurniawan, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Hari Keenam Kebakaran TPA Supit Urang Malang, Operasi Water Bombing Berlanjut

Penyemprotan air secara terus-menerus untuk memadamkan titik panas (hotspot) yang berada di area sisi barat zona old sanitary landfill TPA Supit Urang Kota Malang, Senin, 26 Oktober 2026 (Foto : Damkar Kota Malang)

KETIK, MALANG – Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang Kota Malang terus digenjot. Memasuki hari keenam, operasi pemadaman dari udara atau water bombing kembali dilanjutkan untuk mempercepat proses pemadaman titik panas (hotspot). 

Kepala Satpol PP Kota Malang, Prayitno mengatakan, adanya water bombing sangat efektif membantu personel pemadam di darat dan dapat menjangkau hotspot yang ada di atas gunungan sampah. 

"Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim, hari ini tetap berlanjut water bombing," jelasnya kepada Ketik.com, Senin, 26 Oktober 2026. 

Namun, pihaknya belum dapat memastikan secara rinci mengenai jumlah sorti water bombing yang akan dilaksanakan. Menurutnya, teknis pelaksanaan di lokasi sangat bergantung pada perkembangan kondisi cuaca serta kepulan asap yang sulit diprediksi. 

"Pelaksanaan water bombing tetap dilaksanakan. Namun berapa sorti, menunggu kondisi cuaca di lapangan yang tidak bisa diprediksi," tambahnya. 

Foto Penyemprotan air secara terus-menerus untuk memadamkan titik panas (hotspot) yang berada di area sisi barat zona old sanitary landfill TPA Supit Urang Kota Malang, Senin, 26 Oktober 2026 (Foto : Damkar Kota Malang)Penyemprotan air secara terus-menerus untuk memadamkan titik panas (hotspot) yang berada di area sisi barat zona old sanitary landfill TPA Supit Urang Kota Malang, Senin, 26 Oktober 2026 (Foto : Damkar Kota Malang)

Sementara itu, Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan menuturkan, fokus pemadaman tetap diarahkan ke area zona old sanitary landfill sisi barat. Sama seperti Minggu, 25 Oktober kemarin, pihaknya menerapkan strategi pengaturan waktu karena lokasi tersebut tidak aman dijangkau saat siang hari. 

"Pemadaman di sisi barat zona old landfill hanya dapat dilakukan mulai pukul 06.00 hingga maksimal 11.00 WIB. Di atas waktu tersebut, angin berhembus kencang ke area ini sehingga membahayakan keselamatan personel dari kepulan asap," ungkapnya. 

Setelah memasuki siang hari, personel gabungan akan melanjutkan pemadaman di zona yang berbeda. Untuk penentuan zona bersifat tentatif dan menyesuaikan kondisi cuaca di lapangan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. 

"Saat siang, kami berpindah melakukan penyemprotan di zona berbeda. Untuk penentuan zona bersifat tentatif melihat kondisi cuaca," imbuhnya.

Dalam operasi pemadaman di hari keenam ini, tercatat ada sekitar 40 personel gabungan yang terlibat langsung. Selain itu, dikerahkan juga sekitar 7 mobil pemadam terdiri dari satu unit penyemprot utama dan armada lainnya untuk melayani suplai air. 

"Suplai air jangan sampai terputus, kalau sampai terhenti maka kurang efektif memadamkan hotspot. Sehingga, suplainya harus lancar agar air dapat terus-menerus disemprotkan," tandasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Water Bombing Berlanjut Hari Keenam Kebakaran Kota Malang Sisi Barat Old Sanitary Landfill TPA Supit Urang Supit Urang Malang Kebakaran Supit Urang