KETIK, MALANG – Alun-Alun Merdeka Kota Malang menjadi saksi bisu mobilisasi massa simpatisan dalam sejarah politik menjelang pelaksanaan Pemilu 1955. Ketika itu, Partai Komunis Indonesia (PKI) pernah menggelar rapat akbar dan orasi di alun-alun yang terletak di Jalan Merdeka Selatan Kecamatan Klojen tersebut.
Pemerhati Sejarah Kota Malang, Agung Buana mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 28 Maret 1954. Diketahui, PKI termasuk salah satu peserta Pemilu 1955 bersama dengan partai-partai lainnya.
"PKI pernah melakukan mobilisasi, dengan menggelar rapat pertemuan akbar yang dihadiri kurang lebih 200 ribu simpatisan. Peristiwanya terjadi setahun jelang pelaksanaan Pemilu 1955 dan itu dilakukan di Alun-Alun Merdeka Kota Malang," ujarnya kepada Ketik.com, Rabu, 16 September 2026.
Ketika peristiwa itu terjadi, lautan manusia memadati seluruh kawasan alun-alun sambil membawa beragam atribut seperti bendera dan umbul-umbul partai serta atribut organisasi sayap pendukung.
Selain pidato politik yang membakar semangat, rapat akbar tersebut juga dikemas dalam bentuk pesta rakyat. Dengan menggelar pawai, karnaval, hingga pertunjukan seni untuk menarik empati dan simpati masyarakat luas.
Baca Juga:
TPS Jatimulyo Malang Terbakar, Diduga Pemicunya Puntung Rokok"Orasi atau pidato yang disampaikan seperti halnya bentuk rapat umum atau kampanye. Para simpatisan atau massa mendengarkan orasi tersebut, yang juga diisi dengan kegiatan semacam karnaval dan pertunjukan seni untuk menarik simpati masyarakat," terangnya.
Peristiwa tersebut mempertegas posisi strategis Malang sebagai salah satu basis untuk mendulang suara. Dalam peta politik Pemilu 1955, Malang menjadi salah satu wilayah krusial dimana PKI muncul sebagai salah satu kekuatan dominan bersanding dengan partai besar lainnya.
"Peristiwa rapat akbar itu, menunjukkan bahwa Malang memiliki posisi penting. Dan kalau kita lihat di sejarah, PKI termasuk menjadi partai pemenang Pemilu di Malang," ungkapnya.
Bahkan saking pentingnya posisi Malang untuk mendulang suara, Agung Buana menyebut bahwa pimpinan PKI yaitu Dipa Nusantara (DN) Aidit datang dan turun langsung menyampaikan orasi politiknya.
Baca Juga:
Bukan Lagi Kota Transit! Pemkot Malang dan PHRI Siapkan Gebrakan agar Turis Betah 3-4 Hari"Kabarnya, DN Aidit datang langsung menyampaikan orasi politiknya. Dengan kedatangannya tersebut, memberikan kontribusi yang besar kepada perolehan jumlah pemilih di Kota Malang khususnya pada simpatisan PKI. Kalau tidak salah, ketika itu Aidit tidak hanya ke Malang saja, melainkan juga kampanye di Surabaya dan Lumajang serta beberapa kota lain yang memiliki potensi besar mendulang suara," tandasnya. (*)