KETIK, MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur telah resmi menetapkan rute Trans Jatim Koridor 2 yang menghubungkan wilayah Kota Malang dan wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang. Dengan adanya koridor baru ini, siap menjadi solusi transportasi publik yang terintegrasi, aman, dan terjangkau bagi warga Malang Raya.
Diketahui, koridor baru tersebut memiliki rute sepanjang 49 kilometer. Dengan menghubungkan sejumlah kawasan di Kota Malang hingga Kabupaten Malang serta melintasi lima terminal.
Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jawa Timur Cito Eko Yuli Saputro mengatakan, perjalanan Trans Jatim Koridor 2 dimulai dari Terminal Arjosari dengan tujuan akhir Terminal Talangagung Kepanjen.
Untuk detail rutenya sendiri, yaitu dari Terminal Arjosari kemudian melewati Jalan Panji Suroso, Araya, lalu Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Jalan Sulfat, Jalan Danau Kerinci, Jalan Danau Toba, Jalan Ki Ageng Gribig dan masuk di Terminal Madyopuro.
Setelah itu berlanjut melintas di Jalan Ki Ageng Gribig, Jalan Mayjen Sungkono lalu berhenti sebentar di Terminal Hamid Rusdi. Kemudian lanjut ke Jalan Sempal Wadak, Jalan Krebet, Terminal Gondanglegi, Jalan Trunojoyo, Jalan Panji, Jalan Sultan Agung, Jalan Kawi lalu masuk ke Terminal Talangagung.
"Panjang keseluruhan rute diperkirakan mencapai sekitar 49 kilometer. Dengan waktu tempuh perjalanan dari titik awal hingga akhir diperkirakan sekitar 1 jam 50 menit," jelasnya, Rabu, 16 September 2026.
Dirinya mengungkapkan, rute Koridor 2 tersebut memiliki potensi penumpang cukup tinggi. Karena melewati sejumlah terminal utama seperti Terminal Arjosari dan Terminal Madyopuro termasuk berintegrasi dengan Trans Jatim Koridor 1 di Terminal Hamid Rusdi.
"Rute ini termasuk cukup tinggi potensi penumpangnya. Karena melalui Terminal Arjosari dan Terminal Madyopuro, serta dapat terintegrasi dengan Trans Jatim Koridor 1 di Terminal Hamid Rusdi," ungkapnya.
Untuk Terminal Arjosari sendiri, bus Trans Jatim Koridor 2 direncanakan masuk melalui Terminal Tipe C. Hal itu dilakukan, untuk menghidupkan layanan transportasi lainnya seperti angkutan kota (angkot) dan aktivitas di terminal yang dikelola oleh Dishub Kota Malang tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Cito juga menambahkan bahwa rute tersebut diharapkan akan siap beroperasi pada Oktober bulan depan. Namun untuk tanggal pengoperasiannya, masih belum ditentukan.
"Insyallah, sudah dimulai pada bulan Oktober 2026 nanti, tetapi tanggalnya belum ditentukan. Karena itu program prioritas Pemprov Jatim yang harus terlaksana di tahun ini," tandasnya.(*)
