Harkitnas 2026 di Bondowoso, Wabup As’ad Tegaskan Perlindungan Anak Jadi Benteng Kedaulatan Negara

20 Mei 2026 12:29 20 Mei 2026 12:29

Haryono, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Harkitnas 2026 di Bondowoso, Wabup As’ad Tegaskan Perlindungan Anak Jadi Benteng Kedaulatan Negara

Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dalam upacara Harkitnas. (Foto: Haryono/Ketik.com)

KETIK, BONDOWOSO – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kabupaten Bondowoso menjadi momentum penegasan pentingnya menjaga generasi muda dari ancaman era digital.

Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dalam upacara Harkitnas, Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam pidatonya, As’ad menegaskan bahwa semangat Kebangkitan Nasional yang lahir sejak berdirinya Boedi Oetomo tahun 1908 harus terus hidup di tengah perubahan zaman.

Jika dahulu perjuangan bangsa melawan penjajahan dilakukan secara fisik, kini tantangan besar bangsa bergeser pada penguasaan informasi dan transformasi digital.

“Di era sekarang, perjuangan bangsa tidak lagi sekadar soal wilayah, tetapi juga menjaga kedaulatan informasi dan masa depan generasi muda,” ujarnya.

Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, pemerintah menilai perlindungan terhadap anak-anak dan remaja menjadi bagian penting dalam menjaga kekuatan bangsa ke depan.

Pemerintah pusat, kata dia, telah menyiapkan berbagai program strategis untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Beberapa program nasional yang disorot di antaranya Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, beasiswa pendidikan, hingga layanan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat.

Selain fokus pada pembangunan SDM, pemerintah juga memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat desa dalam akses permodalan, pupuk, distribusi hasil panen, hingga kebutuhan pokok.

Dalam kesempatan itu, perhatian khusus juga diberikan terhadap perlindungan anak di ruang digital. Pemerintah resmi menerapkan PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sejak 28 Maret 2026.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya serius pemerintah menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan beretika di tengah derasnya arus informasi.

Wabup Bondowoso juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Harkitnas sebagai momentum memperkuat persatuan, meningkatkan literasi digital, dan membangun bangsa secara bersama-sama.

“Semangat Boedi Oetomo harus terus menyala dalam menghadapi tantangan zaman agar Indonesia tetap kuat dan berdaulat,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Harkitnas Ke 118 Upacara Harkitnas Bondowoso Ancaman Era Digital Menkodigi Ri Wabup Bondowoso