KETIK, PEMALANG – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah terus dimatangkan melalui rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral yang digelar di Pendopo Kecamatan Ulujami, Selasa, 19 Mei 2026.
Rakor tersebut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Ulujami, owner dan kepala SPPG, kepala sekolah dari jenjang PAUD hingga SMK negeri maupun swasta, kepala desa se-Kecamatan Ulujami, serta kepala puskesmas.
Dalam rakor itu, seluruh pihak diminta menjaga koordinasi dan kondusivitas pelaksanaan program MBG agar berjalan optimal dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
Camat Ulujami Waluyo menyampaikan saat ini jumlah SPPG di wilayah Kecamatan Ulujami mencapai 19 titik, sementara yang sudah berjalan sebanyak 11 SPPG.
Ia berharap seluruh SPPG dapat menjalin kerja sama yang baik demi mendukung pemenuhan gizi anak sekolah melalui program MBG. “Mudah-mudahan dari sekian SPPG di Kecamatan Ulujami bisa kerja sama yang baik,” ujar Waluyo.
Selain itu, Camat Waluyo juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah di lingkungan SPPG agar ditangani dengan baik sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan. “Masalah sampah di SPPG agar dikelola dengan baik. Kita bangun suasana yang kondusif,” tambahnya.
Sementara itu, Danramil Ulujami Kapten CBA Supardi menegaskan pentingnya koordinasi antar penyelenggara SPPG agar tidak terjadi gesekan di wilayah Kecamatan Ulujami. “Agar tidak terjadi gesekan antar SPPG. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di Ulujami,” ujar Supardi.
Ia berharap pelaksanaan program MBG di Kecamatan Ulujami dapat berjalan baik dan diterima seluruh sekolah tanpa adanya penolakan maupun pemilihan SPPG tertentu.
Menurutnya, koordinator kecamatan (Korcam) harus aktif berkoordinasi dengan unsur Muspika karena penentuan lokasi pembagian penerima manfaat dilakukan bersama unsur pimpinan kecamatan.
“Korcam mesti berkoordinasi dengan Muspika, karena Muspika yang menentukan lokasi pembagian penerima manfaat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolsek Ulujami AKP Tri Winarno melalui Kanit Binmas Aiptu Lukman Hudi mengingatkan pentingnya menjaga standar kebersihan dan kualitas pengolahan makanan MBG.
Ia meminta seluruh SPPG memperhatikan fasilitas pendukung seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), alat produksi makanan, hingga penggunaan air bersih dan sehat.
“Kami tidak ingin SPPG di Ulujami ada masalah, seperti IPAL hingga alat yang digunakan untuk mengelupas bahan makanan,” kata Lukman.
Ia juga mengingatkan agar proses pemorsian menu MBG tidak dianggap sepele dan seluruh makanan wajib dicek kualitas rasanya sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat. “Mesti dicicipi dulu masakan menu MBG sebelum didistribusikan,” tegasnya.
Melalui rakor lintas sektoral tersebut, Pemerintah Kecamatan Ulujami berharap implementasi program MBG dapat berjalan tertib, aman, serta mampu mendukung peningkatan gizi masyarakat dan pelajar di wilayah Kecamatan Ulujami.(*)
