Harlah Ke-20 Al-Fatimah Modern Bojonegoro Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren

14 September 2026 08:15 14 Sep 2026 08:15

Sukiman, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Harlah Ke-20 Al-Fatimah Modern Bojonegoro Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren

Pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah Bojonegoro Dr. K.H. Tamam Syaifudin, M.Si. bersama Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I. Anggota DPR RI Eko Wahyudi, Wakil ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni dan jajaran (Foto: Sukiman/Ketik.com)

KETIK, BOJONEGORO – Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah Bojonegoro memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-20 dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan santri, wali santri, guru, karyawan, dan masyarakat. Salah satu kegiatan yang digelar yakni jalan sehat pada Minggu (13/9/2026) pagi.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-20 serta launching KBIHU Al-Fatimah bersama PT Imawa Travel and Tour. Selain kegiatan jalan sehat, peringatan Harlah juga menjadi momentum untuk mendorong penguatan pendidikan karakter dan kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren.

Pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah Bojonegoro Dr. K.H. Tamam Syaifudin menyebut pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan teori. Praktik secara langsung dinilai penting untuk membentuk kepekaan, empati, dan kemampuan peserta didik dalam memahami lingkungan sekitar. “Praktik itu menjadikan kita peka terhadap apa yang kita rasakan. Itu yang menyebabkan empati maupun mengerti,” jelasnya.

Ia menilai sistem pendidikan nasional perlu didorong ke arah pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pengalaman dan praktik nyata.

Ekonomi Pesantren Perlu Diaktifkan

Menurutnya, kemandirian ekonomi menjadi bagian penting bagi keberlangsungan pesantren di tengah tuntutan zaman.

Ia menyebut pendapatan dengan tata kelola yang baik diperlukan agar pesantren mampu menjalankan berbagai program secara berkelanjutan.

“Tatkala good performance untuk menuju ke dua hal tadi sangat diperlukan, utamanya pendapatan,” katanya.

Penguatan ekonomi pesantren, lanjut dia, setidaknya memiliki dua manfaat. Pertama, dapat memberikan feedback untuk menyehatkan tata kelola keuangan pesantren.

Kedua, aktivitas ekonomi tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran bagi pengurus maupun peserta didik mengenai bagaimana membangun pendapatan secara benar, baik dari sisi hukum maupun etika.

“Paling enggak pengetahuan tentang bagaimana caranya secara hukum, secara etika, menuju kepada progres yaitu pendapatan itu dimulai lebih dini di peserta didik kita,” jelasnya.

Gagasan tersebut menempatkan pesantren bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu agama dan pendidikan formal, tetapi juga sebagai ruang untuk mengenalkan keterampilan hidup, kemandirian, serta wawasan ekonomi kepada generasi muda.

Rangkaian Harlah ke-20 Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah sendiri mengusung semangat “Berakhlak, Berilmu, Berprestasi”. Selain jalan sehat, agenda juga dimeriahkan musik dan hiburan, marching band, barongsai, serta berbagai kegiatan lainnya.

Kegiatan jalan sehat mengambil titik start dan finish di Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah Bojonegoro, dengan hadiah utama berupa paket umrah serta berbagai hadiah lainnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Harlah Ke 20 Pondok Modern Alfatimah DPR RI H.heri (sultan)