KETIK, BOJONEGORO – Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Freddy Poernomo, mengajak masyarakat terus menjaga semangat toleransi dan keberagaman sebagai modal utama membangun bangsa.
Menurutnya, perbedaan suku, agama, pilihan politik, maupun latar belakang sosial merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dirawat, bukan dijadikan alasan untuk memecah belah persatuan.
Hal tersebut disampaikan Freddy saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Toleransi dan Keberagaman bertema "Merawat Harmoni dalam Keberagaman melalui Penyelenggaraan Kehidupan Bermasyarakat" yang digelar di Hotel MCM, Jalan Pemuda, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu, 11 Juli 2026.
Dalam kesempatan itu, Freddy menegaskan masyarakat perlu kembali memperkuat persatuan setelah kontestasi politik selesai.
"Setelah perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi selesai, saatnya kita kembali bergandengan tangan membangun daerah. Jangan terus mempertajam perbedaan, tetapi mari bersama-sama menatap masa depan bangsa yang lebih maju," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi informasi secara bijak.
Menurutnya, masyarakat harus mampu menjaga etika dalam bermedia sosial dengan saling menghormati, mempererat persaudaraan, dan tidak memelihara rasa permusuhan.
"Keberagaman adalah kekuatan bangsa. Karena itu, mari saling menyapa, saling menghormati, serta menjaga persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Hj. Nurul Azizah, menegaskan bahwa semangat toleransi dan harmoni harus diwujudkan melalui pemerataan pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mengarahkan berbagai program pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
"Semangat kebersamaan harus diwujudkan melalui kerja nyata. Seluruh program pembangunan diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata," ungkapnya.
Nurul Azizah menjelaskan, pada sektor kesehatan pemerintah daerah menargetkan pembangunan rumah sakit jiwa pada tahun 2026.
Selain itu, pelayanan kesehatan juga terus diperkuat melalui pengembangan panti lansia serta peningkatan fasilitas di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, seperti layanan kemoterapi, stem cell, pusat layanan jantung terpadu, hingga Digital Subtraction Angiography (DSA).
Di bidang pendidikan, Pemkab Bojonegoro berupaya menekan angka anak tidak sekolah yang saat ini masih mencapai sekitar 5.610 anak. Pemerintah menargetkan sedikitnya 50 persen dari jumlah tersebut dapat kembali memperoleh akses pendidikan.
Selain itu, percepatan penurunan angka stunting juga menjadi salah satu prioritas pembangunan. Saat ini prevalensi stunting di Bojonegoro berada di kisaran 12 persen dan terus ditekan melalui berbagai program lintas sektor.
Pada sektor pertanian, pemerintah daerah memfokuskan perhatian terhadap empat persoalan utama, yakni ketersediaan air, pupuk, harga hasil panen, serta penyediaan bibit dan pengendalian hama.
Salah satu upaya yang dilakukan ialah pembangunan sarana penyediaan air, termasuk pemanfaatan energi surya untuk mendukung irigasi lahan pertanian.
Nurul Azizah juga menyampaikan bahwa pengentasan kemiskinan tetap menjadi fokus pembangunan daerah. Saat ini angka kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro berada di kisaran 11,69 persen atau sekitar 53 ribu kepala keluarga.
Berbagai program pemberdayaan masyarakat terus dioptimalkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga toleransi dan kebersamaan sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan.(*)
.png)