Giat Penanaman Ratusan Pohon di Rancaekek, Susanti Fatayat Sebut 3 Isu yang Mengemuka

9 Mei 2026 17:43 9 Mei 2026 17:43

Iwa AS, Akhmad Sugriwa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Giat Penanaman Ratusan Pohon di Rancaekek, Susanti Fatayat Sebut 3 Isu yang Mengemuka

Ketua PC Fatayat NU Kab Bandung Susanti saat kegiatan penanaman pohon di DAS Citarik, Desa Jelegong Kec Rancaekek, Kab Bandung, Sabtu (9/5/26).(Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, BANDUNG – Dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Anak Cabang Fatayat Kecamatan Rancaekek menggelar kegiatan penanaman pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarik, Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Sabtu 9 Mei 2026.

Ketua Pengurus Cabang (PC) Fatayat Kabupaten Bandung, Susanti mengatakan, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PAC Fatayat Rancaekek dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung yang menyediakan 200 bibit pohon buah-buahan.

"Kegiatan penanaman pohon Fatayat Rancaekek ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan PC Fatayat yang sebelumnya sudah menanam 500 bibit pohon kopi di Desa Cihawuk Kecamatan Kertasari, dan sekarang Fatayat Rancaekek menanam 200 bibit pohon lagi," jelas Susanti.

Ia menyebut ada tiga isu yang diangkat dari kegiatan penanaman pohon ini. Pertama, sebut Susanti, penananam pohon merupakan upaya menjaga keseimbangan ekologis (ekosistem lingkungan alam). Ia menegaskan NU khususnya Fatayat harus turut ambil peranan sebagai pelestari lingkungan.

Susan mengatakan ketika bibit pohon yang ditanam tumbuh membesar dan menghasilkan oksigen, maka manfaatnya bisa menjadi pahala dari amal jariyah bagi yang menanamnya.

"Kedua, kegiatan penanaman pohon ini sebagai respon terhadap isu lingkungan yang ada di Kabupaten Bandung seperti bencana banjir dan longsor maupun angin kencang, sehingga kegiatan ini sesuai dengan tema besar NU di abad kedua yaitu "Merawat Jagat, Membangun Peradaban"," lanjut Susanti.

Ketiga, melalui kegiatan penanaman pohon ini, Fatayat ingin menunjukkan bahwa para kadernya bukan sekadar cerdas secara spiritual dan akademis, tapi juga peduli terhadap pelestarian dan keseimbangan ekosistem lingkungan.

Susanti berharap bibit yang ditanam bisa tumbuh membesar, berdaya, berdampak dan mendunia seperti slogannya Fatayat.
 
Senada dengannya, Camat Rancaekek Gugum Gumilar menambahkan, lingkungan menjadi salah satu isu sentral yang hingga saat ini kerap muncul di Kabupaten Bandung, termasuk masalah sampah.

Camat mengapresiasi kegiatan penanaman pohon dari Fatayat ini. Ia berpesan agar pohon yang ditanam disertai pula dengan pemeliharaannya.

"Saya berharap pohon yang ditanam dikontrol jangan sampai ada yang layu atau bahkan mati. Titip kepada seluruh keluarga besar Fatayat Rancaekek," ucapnya.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Rancaekek adalah Ajengan Ending Jauharuddin mengatakan Allah telah mengamatkan alam kepada kita untuk dijaga dan dipelihara. Menurutnya kegiatan penanaman pohon ini dalam rangka perbaikan lingkungan.

"Mudah-mudahan dengan kegiatan penanaman pohon ini Rancaekek bisa kembali asri seperti dulu, sehingga dari pohon yang ditanam ini bisa dijadikan paru-paru kota khususnya di Kecamatan Rancaekek," ucap Ending.

Ketua PAC Fatayat Rancaekek Ekawati Nurpatonah Supono menjelaskan kegiatan penanaman pohoh ini terselenggaran berkat kolaborasi dengan DLH Kabupaten Bandung yang menyedianan 200 bibit pohon berbagai jenis buah-buahan.

"Sebagian ditanam di DAS Citarik ini sebagai piot project dan sisanya dibawa oleh para kader untuk ditanam di Sekretariat Fatayat tiap desa di Rancaekek maupun ditanam di rumahnya masing-masing," kata Eka.

Bibit pohon buah-buahan itu antara lain bibt pohon kayu putih, nangka lengkeng, katapang dan jenis lainnya.

"Harapannya, dengan kegiatan penanaman pohon kami ini bisa menjawab seruan dari PC Fatayat Kabupaten Bandung agar program penanaman pohon ini bisa berlanjut hingga ke tingkat PAC," harap Eka.

Tombol Google News

Tags:

nu fatayat nu fatayat nu kab bandung Penanaman Pohon Tanam Pohon camat rancaekek susanti Fatayat