Influenza Tipe A Meluas, Legislator DPRD Jatim Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

23 September 2026 18:42 23 Sep 2026 18:42

Zenyta Eka A., Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Influenza Tipe A Meluas, Legislator DPRD Jatim Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, dr. Benjamin Kristianto. (Foto Instagram: @dr.benjamin_legislator.rakyat)

KETIK, SURABAYA – Komisi E Dewan Perwakilan Rakayat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur menaruh perhatian serius terhadap tren peningkatan kasus Influenza Tipe A yang meluas di sejumlah daerah di wilayah setempat.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, dr. Benjamin Kristianto, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman transmisi virus pernapasan ini agar tidak mengganggu aktivitas dan produktivitas warga.

Berdasarkan data terkini dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya per pertengahan September 2026, dari total spesimen kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang diperiksa, kelompok bayi dan balita mendominasi hingga 42 persen, diikuti kelompok usia produktif (26 persen) dan lansia (20 persen).

Virus yang mendominasi di wilayah Jawa Timur tercatat mencakup subtipe H1N1Pdm09 dan H3N2 (Super Flu).

Di Kota Surabaya, Dinas Kesehatan telah mencatat puluhan ribu kasus influenza sepanjang tahun ini, sementara sejumlah temuan kasus terdeteksi menyebar di beberapa wilayah seperti Malang, Pasuruan, hingga Situbondo.

dr. Benjamin menegaskan, tingginya mobilitas warga serta perubahan cuaca yang fluktuatif menjadi faktor pemicu percepatan penularan.

Pencegahan tidak hanya bertumpu pada kesiapan fasilitas kesehatan (faskes), melainkan juga kesadaran dari individu.

“Masyarakat jangan menganggap remeh gejala flu. Influenza Tipe A penularannya sangat cepat dan gejalanya bisa cukup berat jika daya tahan tubuh sedang drop,” jelas politikus Partai Gerindra tersebut.

“Data BBLKM menunjukkan anak balita rentan terpapar, jadi antisipasi sejak dini adalah kunci utama,” imbuhnya.

Ketua DPW Kesira Jawa Timur ini mendorong Dinkes Jawa Timur beserta jajaran Dinkes tingkat kabupaten/kota untuk lebih masif melakukan edukasi serta pemantauan ketat sebaran kasus influenza.

Ketersediaan ruang perawatan, ketersediaan obat-obatan di Puskesmas hingga RSUD juga harus dipastikan aman.

Ia juga meminta warga kembali mengaktifkan protokol kesehatan sederhana, seperti memakai masker saat sedang flu atau di tempat berkerumun, serta rajin mencuci tangan.

“Bila timbul gejala demam, batuk, atau sesak napas yang tak kunjung membaik, segera periksakan diri ke faskes terdekat. Jangan ditunda. Jaga imun tubuh dengan asupan gizi dan istirahat yang cukup,” jelas Benjamin.

Meskipun Pemprov Jawa Timur memastikan belum ada rumah sakit yang kewalahan maupun over load, langkah antisipasi responsif dari pemerintah daerah yang dibarengi kesadaran tinggi masyarakat diharapkan mampu menekan laju penyebaran Influenza Tipe A di Jawa Timur.

“Tindakan preventif itu lebih baik dibanding kualifikasi. Sehingga promotif kewaspadaan dari semua pihak sangat diperlukan,” pungkas Benjamin. (*)

Tombol Google News

Tags:

DPRD Jawa Timur Dr. Benjamin Influenza Tipe A