KETIK, SURABAYA – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf menegaskan tidak bersedia maju sebagai calon ketua umum periode 2026-2031 yang akan diputuskan dalam Muktamar mendatang. “Saya tidak akan maju, meski didesak sekalipun,” ujarnya ketika ditanya kesiapannya maju dalam bursa calon ketua umum PBNU.
Ia menyerahkan penetapan calon ketua umum maupun ketua umum nantinya kepada pengurus dan peserta Muktamar NU. Meski demikian, Sekjen PBNU tak menampik nama-nama yang beredar saat ini bakal mengisi bursa calon ketua umum. “Kalau untuk nama-nama, semua sudah bisa melihat,” ucap Gus Ipul, sapaan akrabnya.
Terkait Rais Aam, kata dia, nantinya akan dipilih oleh 9 orang yang tergabung dalam AHWA. Ini sebagaimana diputuskan pada Muktamar di Lampung 5 tahun lalu. “Nama para AHWA ini diusulkan para Rais Syuriah dari masing-masing cabang dan wilayah. Sebanyak 9 nama teratas ditetapkan sebaga anggota AHWA, lalu duduk bersama memilih seorang Rais Aam,” kata dia.
Sementara itu, disinggung tentang lokasi Muktamar yang dijadwalkan diselenggarakan Agustus 2026, Menteri Sosial RI tersebut menjelaskan bahwa berdasaran hasil Munas-Konbes Alim Ulama PBNU, direkomendasikan sebanyak lima provinsi. Masing-masing adalah Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jawa Timur.
“Belum diputuskan lokasinya. Tapi, beberapa titik akan dilihat dan ditindaklanjuti. Nanti dipilih daerah mana yang paling siap dan memungkinan persiapannya dalam waktu relatif singkat,” kata Gus Ipul yang juga pernah menjabat Wakil Gubernur Jatim dua periode tersebut. (*)
.png)