Terima Anugerah Bintang LVRI, Gubernur Khofifah: Ingatkan Perjuangan Bukan Lagi Angkat Senjata, Tapi Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

12 Agustus 2026 17:57 12 Agt 2026 17:57

Fiqih Arfani

Wakil Pemimpin Redaksi
Thumbnail Terima Anugerah Bintang LVRI, Gubernur Khofifah: Ingatkan Perjuangan Bukan Lagi Angkat Senjata, Tapi Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) menerima penganugerahan Bintang LVRI pada Peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Malang pada Rabu, 12 Agustus 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, MALANG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penganugerahan Bintang LVRI pada Peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Malang pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas komitmen dan kedekatan Khofifah dengan keluarga besar Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), sekaligus menjadi pengingat untuk terus meneruskan nilai-nilai perjuangan para veteran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ini sebetulnya surprise karena saya baru mendengar dari Ketua DPD LVRI dua hari yang lalu saat kita melakukan syukuran HUT LVRI di Grahadi. Kami mendengar bahwa akan ada penganugerahan Bintang LVRI untuk Khofifah sebagai Gubernur. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih atas penganugerahan ini,” ujarnya.

Baginya, penghargaan tersebut menjadi penguat sekaligus pendorong untuk meneruskan semangat perjuangan para veteran dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

“Penghargaan ini bukan semata sebagai sebuah kehormatan, melainkan sebagai amanah bagi kita bersama untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah juga menegaskan bahwa semangat perjuangan para veteran harus terus dilanjutkan oleh generasi masa kini, meski medan dan bentuk perjuangannya telah berubah.

Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka saat ini perjuangan diwujudkan melalui upaya melawan kebodohan, kemiskinan, hoaks, serta berbagai bentuk perpecahan yang dapat melemahkan persatuan bangsa.

“Perjuangan membela kemerdekaan, membela bangsa dan negara, beda momentumnya. Kalau dulu dengan bersenjata, kalau dulu dilakukan secara fisik, dan khusus veteran itu mereka yang pernah berjuang menghadapi tentara asing,” ucapnya.

“Kalau kita sekarang berjuang untuk bisa melawan kebodohan, melawan hoaks, melawan kemiskinan, melawan perpecahan dan menjaga persatuan,” tambah Khofifah.

Menurut dia, perubahan bentuk perjuangan tersebut merupakan konsekuensi dari perkembangan zaman. Ancaman terhadap bangsa saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk kekuatan militer atau konflik bersenjata, tetapi juga dapat muncul melalui persoalan sosial, ekonomi dan perkembangan teknologi informasi.

Karena itu, Khofifah menegaskan bahwa perjuangan generasi masa kini merupakan bentuk aktualisasi dari bela negara sesuai dengan bidang tugas dan profesi masing-masing.

“Bela negara hari ini bukan hanya tentang mengangkat senjata. Bela negara diwujudkan dengan belajar dan bekerja sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati hukum, menjaga lingkungan, melawan hoaks, menggunakan media sosial secara bijak, serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, daerah, bangsa dan negara,” katanya.

Tak hanya itu, Khofifah menilai para veteran bukan sekadar bagian dari catatan sejarah, melainkan living history atau sejarah yang hidup. Para veteran merupakan saksi perjalanan bangsa sekaligus sumber keteladanan yang menunjukkan bahwa kemerdekaan diperoleh melalui keberanian, pengorbanan, kedisiplinan, solidaritas dan semangat pantang menyerah.

“Dari para veteran, kita belajar tentang keberanian, kedisiplinan, keikhlasan, solidaritas, semangat pantang menyerah dan kecintaan yang tulus kepada Tanah Air,” ujarnya.

Ia juga mengajak pemerintah daerah, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, komunitas masyarakat serta seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama memperkuat pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, pengamalan nilai-nilai Pancasila dan semangat bela negara.

Di sisi lain, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang selama ini terus berkontribusi dalam menanamkan nilai-nilai kejuangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Pemprov Jatim, kata dia, berkomitmen memperkuat sinergi dengan LVRI dan seluruh organisasi kepahlawanan, khususnya dalam mewariskan nilai kejuangan, menanamkan karakter kebangsaan serta memperkuat semangat persatuan di Jawa Timur.

Peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 tersebut turut dihadiri pula Ketua Dewan Pertimbangan Pusat LVRI beserta jajaran, Bupati dan Wali Kota se-Malang Raya, Kadis Teritorial Lanud Abd. Saleh Malang, Dan Lanal Malang, Aster Kasdivif 2 Kostrad hingga Kasrem 083/Baladhika Jaya.

Pada kesempatan sama hadir juga pejabat Forkopimda se-Malang Raya, Kepala OPD Provinsi Jatim, Pengurus Wilayah dan Daerah LVRI se-Jatim serta anggota LVRI se-Malang Raya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jatim Gubernur Khofifah Anugerah Lvri veteran jatim Info Malang Berita Malang