KETIK, SURABAYA – Super League musim 2025/2026 kurang satu pekan lagi. Usai kompetisi berakhir, operator kompetisi LIB dan PSSI berencana untuk menggelar turnamen pramusim, seperti Piala Presiden.
Persebaya salah satu tim Super League yang diprediksi mendapat undangan untuk ikut serta dalam turnamen tersebut. Namun pelatih Bernardo Tavares tampaknya masih pikir-pikir.
"Saya rasa semua klub ingin ikut lebih dari satu kompetisi termasuk Persebaya," katanya, Minggu, 17 Mei 2026.
Menurutnya jadwal yang belum sesuai ditambah prediksi masalah gaji pemain jadi alasan pelatih Portugal itu belum memberikan jawaban tegas.
"Masalahnya adalah jadwal (Piala Presiden) yang diberikan organisasi. Jika dimulai tanggal 28 Juni dan final 11 Juli, lalu liga mulai 4 September, apa yang akan kami lakukan selama jeda, tidak masuk akal bagi klub untuk membayar gaji lebih awal," tegasnya.
Menurutnya adanya jeda dua bulan itu dapat merugikan klub. Mereka mau tidak mau harus membayar gaji pemain, padahal tidak ada kompetisi.
"Kami ingin berpartisipasi, tapi tolong pertimbangkan perencanaan jadwal agar para pemain juga memiliki waktu istirahat yang cukup setelah liga berakhir di bulan Mei," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, hingga saat ini turnamen Piala Presiden 2026 belum diputuskan oleh PSSI. Di media sosial, tersebar Piala Presiden untuk Liga 4.
Sedangkan gelaran Piala Presiden yang diikuti tim-tim Super League terakhir kali berlangsung pada 2025 lalu hanya diikuti beberapa klub saja dengan mengundang dua klub luar negeri, Port FC (Thailand? Dan Oxford United (Inggris).
Persebaya di turnamen Piala Presiden tahun lalu tidak ikut karena memilih fokus menyiapkan tim di liga. (*)
