KETIK, SURABAYA – Aji Santoso dan pemain de Red FC tampaknya menyadari euforia kemenangan 2-0 saat melawan Deltras FC di Championship Liga 2 harus segera disudahi. Hal ini dikarenakan mereka bakal kembali menjalankan pertandingan melawan PSM, di I League Cup.
de Red FC bakal menjalani debutnya bertanding melawan klub asal Sulawesi Selatan itu di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Selasa, 3 November 2026.
Menjelang pertandingan, pelatih de Red FC, Aji Santoso mengungkapkan jika dirinya bakal melakukan rotasi terhadap anak didiknya. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu istirahat, setelah melakukan duel melawan Deltras FC.
"Pertandingan besok sangat menarik buat saya karena kami akan bertemu dengan tim Liga 1. Kami akan merotasi pemain agar mereka yang masih belum mendapatkan jam terbang di kompetisi bisa mendapatkan kesempatan bermain," kata Aji Santoso dalam konferensi pers, Senin, 2 November 2026.
Ia juga menginstruksikan pemainnya untuk tidak gentar menghadapi PSM, sebaliknya mantan pelatih PSPS itu menyuruh anak didiknya untuk tampil lepas tanpa beban.
"Main nothing to lose, tapi tetap fokus untuk bisa mendapatkan hasil yang positif," sambungnya.
Disinggung mengenai taktik, apakah ada perubahan apabila saat lawan PSM besok terdapat rotasi pemain. Pelatih asal Kepanjen, Kabupaten Malang itu menegaskan tidak ada perubahan taktik.
"Taktik, filosofi tidak boleh diubah, meskipun taktikal itu fleksibel. Siapapun lawannya, kami harus bermain dengan ciri khas kami. Jangan sampai ketika melawan tim yang lebih bagus gaya bermain kami justru berubah," tegasnya.
Pemain de Red FC, Adam Maulana menyatakan optimistis mampu tampil apik melawan PSM besok. Seluruh rekan-rekannya juga dalam kondisi bugar dan siap tampil.
"Menghadapi tim Liga 1 seperti PSM Makassar menuntut kami untuk bekerja lebih keras. Semua pemain ingin memberikan yang terbaik, apalagi lawannya tim kuat. Semoga besok kami bisa tampil maksimal dan meraih kemenangan," tutur Adam.
Laga ini akan menjadi ujian penting bagi skuad de Red FC untuk mengukur ketahanan mental serta kesiapan taktik mereka dalam mengimbangi atmosfer permainan level teratas sepak bola nasional. (*)
