60 Remaja Masjid Se-Jatim Digembleng di Al Yasmin Surabaya, Siap Kuasai Digital dan Jadi Penggerak Masjid Modern

26 April 2026 09:45 26 Apr 2026 09:45

Siska Nabilah Q. N., Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail 60 Remaja Masjid Se-Jatim Digembleng di Al Yasmin Surabaya, Siap Kuasai Digital dan Jadi Penggerak Masjid Modern

60 Remaja Masjid se-Jatim Dilatih Kuasai Digital pada 25-26 April 2026 di Al Yasmin Surabaya. (Foto: Humas Al Yasmin)

KETIK, SURABAYA – Sebanyak 60 remaja masjid dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti pelatihan manajemen dan penguasaan teknologi digital yang digelar Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Jawa Timur di Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Surabaya, pada 25–26 April 2026.

Kegiatan ini bertujuan mencetak generasi muda masjid yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Direktur Wilayah Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Remaja Masjid (LPPRM) BKPRMI Jawa Timur, Ustadz M. Abdul Rosyid, mengatakan pelatihan ini menjadi upaya strategis untuk mempersiapkan pemimpin masa depan dari kalangan remaja masjid.

“Kami yakin teman-teman yang hadir hari ini mungkin masih remaja, tetapi 5 sampai 10 tahun ke depan mereka adalah pemimpin masa depan. Karena itu, kami ingin mengisi ruang gerak di daerah agar aktivitas remaja masjid tidak hanya berjalan, tetapi juga berdampak nyata,” ujarnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kabiro Kesra) Setda Provinsi Jawa Timur, Dr. Agung Subagyo. Ia berharap para peserta tidak sekadar memperoleh sertifikat, tetapi juga membangun jejaring dan membawa rencana aksi konkret ke daerah masing-masing.

“Harapannya setelah pulang ada gerakan nyata di daerah. Pengetahuan yang didapat harus bisa diterjemahkan menjadi aktivitas yang memberi manfaat bagi umat,” kata Agung.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi dan media sosial sebagai sarana memperluas syiar masjid di era digital.

“Publikasi kegiatan masjid saat ini tidak cukup hanya lewat pengumuman lisan atau papan tulis. Harus memanfaatkan media sosial agar jangkauannya lebih luas,” tegasnya.

Menurutnya, pemilihan Pesantren Digipreneur Al Yasmin sebagai lokasi pelatihan sangat relevan karena memiliki fokus pada pengembangan digital yang selaras dengan kebutuhan generasi muda.

“Masjid ke depan tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pengembangan sosial, ekonomi kreatif, hingga wisata religi. Ini harus menjadi titik balik pengelolaan masjid yang lebih modern dan transparan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPW BKPRMI Jawa Timur, Ustadz Ahmad Bahrudin, mengingatkan bahwa tantangan remaja masjid saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).

“Kita menghadapi tantangan baru seperti AI yang bisa disalahgunakan, bahkan untuk penipuan. Karena itu, remaja masjid harus melek digital agar tidak hanya menjadi objek, tapi mampu mengendalikan teknologi untuk kemaslahatan,” tuturnya.

Ia juga menyoroti fenomena berkurangnya keterlibatan generasi muda di masjid akibat pola pengelolaan yang kurang ramah bagi anak-anak dan remaja.

“Bagaimana masjid bisa ramai kalau pemudanya tidak bergerak? Masjid harus menjadi pusat peradaban dan komunitas, bukan hanya tempat ibadah semata,” tegasnya.

Pelatihan ini juga menghadirkan berbagai materi strategis, termasuk digitalisasi media remaja masjid yang disampaikan langsung oleh pengasuh Pesantren Digipreneur Al Yasmin, H. Helmy M. Noor.

Melalui kegiatan ini, BKPRMI Jawa Timur berharap lahir generasi remaja masjid yang tidak hanya aktif secara spiritual, tetapi juga mampu berinovasi di bidang digital dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (*)

Tombol Google News

Tags:

##remajamasjid ##alyasminsurabaya ##pesantrenalyasmin ##beritaSurabaya infosurabaya