KETIK, SURABAYA – Kegiatan Silaturahmi Akbar Perantau Sumatera Selatan di Jawa Timur digelar pada Minggu, 26 April 2026, di Rumah Gadang Geo Minang, Surabaya. Acara ini menjadi momentum mempererat persatuan sekaligus membangun sinergi ekonomi antar perantau.
Ketua Acara, Trisiana Permata Lestari atau yang akrab disapa Cjek entis, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menyatukan masyarakat Sumatera Selatan yang tersebar di Jawa Timur.
“Yang pasti untuk menyatukan saudara-saudara kita yang dari asalnya Sumatera Selatan, yang sekarang bermukim di Jawa Timur. Jadi biar kita bisa semakin kuat dari segi silaturahmi dan ekonomi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.
“Kegiatan ini bisa terjadi karena saling support dari seluruh lapisan masyarakat Sumatera Selatan yang ada di Jawa Timur. Tidak ada yang kaya, tidak ada yang tidak berpunya, semuanya saling bersinergi,” katanya.
Menariknya, persiapan acara dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni hanya dua minggu dengan memanfaatkan koordinasi digital.
“Kita hanya merancang dua minggu. Karena kita sudah bersinergi, semuanya dilakukan by WA, seefisien mungkin,” tambahnya.
Menurutnya, tingginya antusiasme peserta dilatarbelakangi rasa rindu terhadap kampung halaman.
“Di sini semua adalah orang yang kangen. Kangen dengan budayanya, kulinernya, dan suasana daerahnya,” ungkapnya.
Para peserta saat menghadiri acara Silaturahmi Akbar Perantau Sumatera Selatan di Jawa Timur di Rumah Gadang Geo Minang, Surabaya, pada Minggu, 26 April, 2026). (Foto: Muhammad Dzikrullah Akbar/Ketik.com)
Sejumlah peserta juga memberikan tanggapan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Reni, peserta asal Sidoarjo, mengapresiasi kegiatan ini meski memberikan beberapa catatan evaluasi.
“Lumayan, ini untuk masukan saja, terutama tempat. Tadi undangan banyak, untuk kenyamanan AC dan kipas kurang memadai. Acaranya juga agak berantakan susunannya, tapi kita tetap mendukung. Bagi saya, apapun kegiatannya tetap oke, kita orang perantau yang selalu mendukung Bumi Sriwijaya,” ujarnya.
Sementara itu, Taufik, peserta asal Surabaya, mengaku terkesan dengan kegiatan tersebut karena mampu mempertemukan sesama perantau.
“Pertama kali ini ya sangat baik, berkesan karena semua orang-orang Palembang bisa berkumpul,” katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun jaringan yang kuat antar perantau Sumatera Selatan, baik dalam aspek sosial, budaya, maupun ekonomi, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah tempat tinggal maupun kampung halaman. (*)
