KETIK, SURABAYA – Ratusan perantau asal Sumatra Selatan yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul dalam Silaturahmi Akbar yang digelar di Rumah Gadang Geo Minang Surabaya, Minggu, 26 April 2026.
Kegiatan ini berada di bawah naungan Bumi Sriwijaya, yang menjadi wadah bagi masyarakat Sumatra Selatan di perantauan.
Acara tersebut diikuti oleh ratusan peserta, mulai dari anak-anak hingga orang tua, yang datang dari berbagai kota di Jawa Timur.
Silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga upaya memperkuat rasa kebersamaan serta menyatukan peran perantau dalam memberikan kontribusi positif di daerah tempat tinggal mereka.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Bumi Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. H. Abdul Hamid, M.P., mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas dibanding sekedar pertemuan biasa.
“Hari ini kita dipertemukan dalam silaturahmi akbar Bumi Sriwijaya di Jawa Timur. Bukan hanya mempertemukan raga, tetapi juga menyatukan rasa, kenangan, dan cita-cita bersama,” ujarnya.
Ketua Umum Bumi Sriwijaya Abdul Hamid bersama istrinya saat menyampaikan sambutan dalam memperkuat rasa kebersamaan masyarakat perantau Sumatra Selatan di Jawa Timur yang bertemlat di Rumah Gadang Geo Minang Surabaya pada Minggu, 26 April 2026. (Foto: Muhammad Roihan)
Ia menegaskan bahwa menjaga nama baik serta memperkuat persatuan merupakan bagian penting dari upaya merawat warisan besar Sriwijaya.
“Ketika kita menyebut Sriwijaya, kita tidak hanya mengenang nama, tetapi kejayaan besar dalam sejarah Nusantara. Kita harus jaga persatuan dan berkontribusi untuk bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota agar menjadikan organisasi sebagai bagian penting yang mampu untuk menghadirkan manfaat dampak dan positif di tanah rantau, serta menekankan pentingnya kolaborasi peran aktif seluruh anggota dalam mengembangkan potensi organisasi.
“Mari kita bergandengan tangan, menjadikan Bumi Sriwijaya sebagai kekuatan budaya dan pengembangan ekonomi yang nyata di Jawa Timur,” terangnya.
Oleh karena itu, Bumi Sriwijaya diharapkan mampu menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi serta berperan aktif dalam membangun sistem sosial, budaya, ekonomi, baik di tanah rantau maupun bagi daerah asal.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang terjaga, kegiatan ini dapat memperkuat ikatan antarperantau sekaligus mendorong lahirnya berbagai program kolaboratif yang bermanfaat. (*)
