KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan keterangan mengenai dugaan pungli di Kantor Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Jawa Timur. Ia menyerahkan semua prosesnya kepada aparat penegak hukum.
"Ya kami, kita semua tahu (penggeledahan ESDM), tentu menyerahkan semuanya kepada aparat penegak hukum (APH). Karena ini proses sedang berjalan, kami menghormati proses yang sedang berjalan," katanya usai menghadiri acara pelantikan PPIH di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Jumat 17 April 2026.
Sebagaimana diketahui Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pada Kamis 16 April 2026 kemarin menggeledah Kantor Dinas ESDM di Jalan Tidar.
Tim penyidik pidana khusus (Pidsus) melakukan penggeledahan di sana atas dugaan kasus pungutan liar (Pungli) yang berada di sana.
Tim Pidsus menggeledah Kantor Dinas ESDM mulai pukul 12.00 WIB hingga 18.45 WIB. Hasil penggeledahan yang dilakukan selama kurang lebih tujuh jam, petugas keluar gedung dengan membawa empat boks yang diduga berisi dokumen serta alat bukti terkait penyidikan perkara yang sedang ditangani.
Empat boks tersebut dimasukkan kedalam dua unit kendaraan, Toyota Innova berwarna hitam dan Toyota Raize berwarna putih, serta satu Grand Max berwarna hitam juga terparkir di sana untuk mengangkut personel Pidsus Kejati Jatim.
Selama kegiatan berlangsung, lokasi Kantor Dinas ESDM Jatim dijaga ketat oleh sejumlah personel keamanan. Awak media tak boleh mendekat.
Setelah sejumlah barang-barang dimasukkan ke dalam kendaraan, tim penyidik langsung ikut masuk ke dalam salah satu mobil. Ketiga mobil ini meninggalkan lokasi beriringan. (*)
