Reog Ponorogo Guncang Taman Cahaya Surabaya, Seni Tradisi Tetap Memikat Generasi Muda

17 April 2026 13:06 17 Apr 2026 13:06

Siska Nabilah Q. N., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Reog Ponorogo Guncang Taman Cahaya Surabaya, Seni Tradisi Tetap Memikat Generasi Muda

Reog Ponorogo Guncang Taman Cahaya Surabaya (Tangkapan Layar: Akun Instagram @Bangga Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Pertunjukan seni Reog Ponorogo digelar di Taman Cahaya, Pakal, Kota Surabaya, sebagai upaya melestarikan budaya tradisional Jawa Timur sekaligus menghibur masyarakat, pada akhir pekan ini. Informasi ini diunggah pada hari Jumat, 17 April 2026 di akun Instagram @Bangga Surabaya.

Kegiatan ini melibatkan para pelaku seni Reog yang menampilkan tari kolosal khas Ponorogo, dengan tujuan mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda di tengah derasnya pengaruh budaya luar. 

Reog Ponorogo merupakan kesenian tari kolosal yang berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Pertunjukan ini menceritakan perjuangan Raja Klono Sewandono dalam melamar Putri Dewi Songgolangit dari Kediri, yang divisualisasikan melalui rangkaian gerak tari yang penuh makna dan simbolisme.

Salah satu daya tarik utama dalam pertunjukan ini adalah Dadak Merak, yakni topeng raksasa berbentuk kepala harimau atau Singo Barong yang dihiasi susunan bulu merak berukuran besar. Keunikan lainnya, penari atau pembarong harus memiliki kekuatan fisik luar biasa karena mengangkat Dadak Merak hanya dengan kekuatan gigi dan rahang.

Adi, salah satu pelaku seni Reog yang berperan sebagai pembarong, mengungkapkan pentingnya pelestarian budaya lokal, khususnya bagi generasi muda. Ia menilai, saat ini anak-anak muda cenderung lebih tertarik pada budaya luar dibandingkan budaya sendiri.

“Seni Reog itu sebuah tari kolosal yang punya cerita perjuangan. Untuk anak-anak muda, seharusnya jangan hanya budaya luar saja, tapi budaya asli Indonesia, khususnya Jawa Timur, harus tetap dilestarikan. Mungkin di sekolah-sekolah bisa ada ekstrakurikuler untuk mempelajari Reog,” ujar Adi.

Kota Surabaya sendiri memiliki banyak ruang terbuka publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas, termasuk dalam bidang seni dan budaya.

Taman Cahaya menjadi salah satu lokasi strategis bagi para pelestari budaya untuk menampilkan kesenian tradisional sekaligus mendekatkan budaya kepada masyarakat luas.

Melalui pertunjukan ini, Reog Ponorogo tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan yang sarat nilai sejarah dan filosofi.

Eksistensinya yang terus dijaga membuktikan bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di hati masyarakat, sekaligus menjadi warisan yang harus terus dilestarikan dari generasi ke generasi. (*)

Tombol Google News

Tags:

#ReogPonorogo #kotasurabaya #SeniTradisi #BeritaHariIni infosurabaya #jawatimur