Banner Ketik Haji 2026

Kisah Ropingi Rebin, JCH 103 Tahun Berangkat ke Tanah Suci Usai Penantian Selama 1 Abad

13 Mei 2026 18:40 13 Mei 2026 18:40

Fitra Herdian, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kisah Ropingi Rebin, JCH 103 Tahun Berangkat ke Tanah Suci Usai Penantian Selama 1 Abad

Ropingi Rebin (kanan) JCH asal Banyuwangi berusia 103 tahun saat berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Rabu, 13 Mei 2026. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Asrama Haji Embarkasi Surabaya tampak ramai oleh para jemaah, banyak kegiatan yang dilakukan di sana sambil menunggu jadwal keberangkatan mereka ke Bandara Juanda untuk kemudian terbang ke Arab Saudi.

Di tengah kesibukan masing-masing yang dilakukan para jemaah, terdapat satu orang yang duduk tenang melihat suasana di Asrama Haji Surabaya, ia adalah Ropingi Rebin.

Ropingi Rebin merupakan Jemaah Calon Haji (JCH) kloter 83 asal Banyuwangi. Ia merupakan Jemaah haji tertua, usianya kini 103 tahun. 

Di tengah duduk tenangnya itu di dalam dirinya, Ropingi tak henti-hentinya mengucapkan syukur. Di usianya yang sudah lebih dari satu abad, ia akhirnya mendapatkan kesempatan menunaikan rukun Islam ke-5.

"Alhamdulillah senang akhirnya bisa berangkat haji. Semua karena Allah, semua sudah saya pasrahkan sama Allah," katanya dengan nada suara yang tegas.

Istilah umur hanyalah angka ternyata benar adanya. Ropingi, walaupun sudah berusia 105 tahun, namun secara fisik tidak menunjukkan tanda-tanda kekurangan sedikitpun, tubuhnya masih tegap, bicaranya pun masih lantang.

Rahasia fisik yang tetap terjaga ini karena kebiasaan sehari-hari, dari bertani. "Ditambah sering jalan kaki setiap pagi," imbuhnya.

Ropingi menuturkan, tak ada yang mustahil. Ia membuktikannya dengan ikhtiar memanjatkan doa, agar bisa berangkat ke Tanah Suci untuk berhaji.

"Tak lupa di Tanah Suci nanti (saya) ingin berdoa panjang umur, anak cucu sehat semuanya. Semangat terus supaya ibadahnya lancar, berangkat dan pulang selamat," harap Ropingi.

Ropingi berangkat sendiri. Ia sebenarnya didaftarkan anaknya berhaji, berangkat bersama-sama. Namun karena perbedaan waktu pendaftaran, alhasil ia tidak bisa berangkat bersama anaknya.

Hal ini tak menjadi kendala baginya. Ia sudah mantap untuk berhaji, menjadi salah satu tamu Allah SWT. (*)

Tombol Google News

Tags:

Ketik Haji Ketik Haji 2026 haji tertua Asrama Haji Surabaya Ropingi Rebin Berita Surabaya Info Surabaya