Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo Gelar Penguatan Forum SCN Kick-Off Body Talk 2.0

16 September 2026 21:22 16 Sep 2026 21:22

Heru Hartanto, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo Gelar Penguatan Forum SCN Kick-Off Body Talk 2.0

Suasana Forum SCN Kick-Off Body Talk 2.0 yang berlangsung di Room Jasmine Hotel Rosali Situbondo, Rabu 16 September 2026 (Foto: Heru Hartanto/ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo (PPDiS) menggelar kegiatan Penguatan Forum Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) dan Situbondo Care Network (SCN) Sekaligus Kick-Off Program Body Talk 2.0, sebagai upaya memperkuat jejaring koordinasi dan advokasi layanan inklusif termasuk layanan anti kekerasan berbasis gender, Rabu 16 September 2026.

Kegiatan tersebut yang berlangsung di Room Hotel Rosali Situbondo bagian dari komitmen untuk mendorong terciptanya layanan yang lebih inklusif serta memastikan penyandang disabilitas memperoleh akses dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Building Effective Network (BEN) yang diinisiasi oleh Liliane Fonds dan dilaksanakan bersama NLR Indonesia sebagai mitra nasional, diperlukan penguatan jejaring dan koordinasi lintas sektor dalam mendukung layanan yang inklusif bagi anak dan remaja dengan disabilitas, termasuk anak dan remaja yang terdampak kusta serta Down Syndrome.

“Sejalan dengan hal tersebut, Program BEN bersama jejaring Forum RBM dan SCN melaksanakan kegiatan “Penguatan Forum RBM dan SCN sebagai Jejaring Koordinasi dan Advokasi Layanan Inklusif Program BEN dan Kick-Off Program Body Talk 2.0”. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan sistem rujukan layanan serta memperkuat Program Body Talk 2.0 dengan fokus pada isu Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) serta Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBG-S) bagi anak dan remaja dengan disabilitas,” jelas Ketua Yayasan Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo, Luluk Ariyantiny.

Lebih Lanjut, Mbak Luluk, panggilan akrab Luluk Ariyantiny mengatakan, Forum SCN diharapkan dapat menjadi ruang koordinasi bagi berbagai pihak dalam membangun kolaborasi, bertukar informasi, sekaligus merespons berbagai persoalan yang berkaitan dengan pemenuhan hak dan layanan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Situbondo.

“Selain penguatan jejaring, kegiatan ini juga menandai dimulainya Program Body Talk 2.0. Program ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai HKSR dan KBGS bagi anak dan remaja disabilitas, serta untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan,” tegas Mbak Luluk.

Melalui kegiatan tersebut, sambung Mbak Luluk, Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo mendorong keterlibatan berbagai unsur, mulai dari komunitas, lembaga, pemerintah, hingga masyarakat untuk bersama-sama memperkuat ekosistem layanan inklusif.

“Dengan semakin kuatnya koordinasi dan advokasi melalui Forum SCN, diharapkan berbagai kebutuhan penyandang disabilitas dapat ditangani secara lebih terpadu dan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi dalam mewujudkan Situbondo yang semakin ramah, setara, dan inklusif bagi seluruh masyarakat,” tutur Mbak Luluk.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama yang dihadiri oleh perwakilan berbagai sektor, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi masyarakat sipil, komunitas disabilitas, Forum Anak, hingga unsur media dan pihak-pihak terkait lainnya.

​Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo Husna Laili, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjamin kesetaraan akses bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Situbondo, tanpa terkecuali.

Pemerintah daerah bersama multi stakeholder, kata Mbak Una, punya komitmen untuk mensukseskan program Body Talk dan BEN di Kabupaten Situbondo dengan memastikan pemenuhan hak anak dan remaja disabilitas termasuk anak remaja yang terdampak kusta menjadi tanggung jawab bersama baik dari Pemerintah Kabupaten Situbondo sampai Pemerintah Desa termasuk organisasi masyarakat sipil dan komunitas serta pihak terkait lainnya.

​"Pembangunan yang inklusif berarti seluruh unsur masyarakat di Situbondo harus mendapat perhatian dan kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan, layanan kesehatan, serta perlindungan sosial. Setiap individu memiliki hak yang sama untuk berkembang dan berdikari secara ekonomi maupun sosial," ujar Mbak Una, pamggilan akrab Husna Laili.

Data dan fakta di lapangan, kata Mbak Una, merupakan basis penting dalam pengambilan kebijakan. Namun, hal terpenting dalam pelayanan publik dengan hati nurani dan empati. “Melalui Body Talk 2.0 dan penguatan jaringan SCN ini, diharapkan hasil diskusi lintas elemen tidak hanya berhenti pada tataran wacana, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh seluruh warga Situbondo,” ujar istri Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo. 

Sekedar informasi, adapun daftar Peserta Penguatan Forum RBM dan SCN sebagai Jejaring Koordinasi dan Advokasi Layanan Inklusif Program BEN dan Kick-Off Program Body Talk 2.0 sebanyak 57 peserta diantaranya, Bapperida, Dinsos, Dinkes, DP3AP2KB, Diskoperindag, Dispendukcapil, TP PKK Kabupaten Situbondo, Forum Puspa Rengganis, RSUD Besuki, dan pihak terkait lainnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo gelar penguatan Forum SCN Kick-off Body Talk 2.0