Plafon SDN Kemantren 1 Tulangan Ambrol, Rehab Total Terkendala Status Cagar Budaya

25 April 2026 05:58 25 Apr 2026 05:58

Fathur Roziq

Editor
Thumbnail Plafon SDN Kemantren 1 Tulangan Ambrol, Rehab Total Terkendala Status Cagar Budaya

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori bersama guru dan penjaga sekolah melihat kerusakan plafon SDN Kemantren 1 yang jebol. Kayu-kayunya sudah lapuk. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

KETIK, SIDOARJO – Udara masih segar. Murid-murid Kelas I di SDN Kemantren 1, Kecamatan Tulangan, masuk sekolah. Bocah-bocah begitu ceria. Penuh semangat. Semua sedang berdoa saat plafon sekolah tersebut tiba-tiba ambrol. Guru dengan cepat melindungi mereka. Tak ada yang terluka.

Usia SDN Kemantren 1 memang semakin tua. Peninggalan masa Belanda. Entah tahun berapa. Bangunan sekolah itu disebut-sebut sebagai salah satu cagar budaya benda di Kabupaten Sidoarjo. Tapi, tidak ada perawatan khusus. Plafon kelas mulai ambrol pada Selasa pagi (21 April 2026).

Anggota DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori mendatanginya pada Jumat (24 April 2026). Begitu sampai di halaman, dia disambut hangat. Pedagang minuman dan makanan menyalaminya. Satu per satu mendekat. Beberapa wali murid ikut mendekat. Jabat tangan. Mereka dengan sukacita menerima kehadiran anggota legislator DPRD Sidoarjo ini.

”Haji Dhamroni ta iku. Sik pancet ngganteng ae,” ujar seorang pedagang.

”Aku fotono, Pak,” ucap lainnya.

Penjaga sekolah dan beberapa guru kemudian terlihat menghampiri anggota DPRD Sidoarjo ini. Mereka lalu menunjukkan ruang kelas yang rusak. Serpihan-serpihan bekas plafon masih berceceran di kelas. Tepatnya, depan pintu masuk. Tinggi sekali pintu kelas itu.

Foto Atap SDN Kemantren 1 Tulangan yang ambrol saat anak-anak berdoa di dalam kelas. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Atap SDN Kemantren 1 Tulangan yang ambrol saat anak-anak berdoa di dalam kelas. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Desainnya kuno. Tinggi tembok masih kalah dengan pintu. Terlihata rapi dan bersih, tapi bagian luarnya. Soalnya, dinding sudah lama sekali. Untuk menutupnya, sekolah menggunakan kayu lapis atau triplek.

”Mengapa tidak mengajukan rehab seluruh bangunan sekolah saja,” tanya Dhamroni Chudlori.

”Ini masuk bangunan cagar budaya, Pak,” ungkap salah seorang guru SDN Kemantren 1.

”Kalau masuk cagar budaya, berarti ada sertifikatnya,” kata anggota DPRD Sidoarjo asal Tulangan itu.

Lha itu, Pak. Kami tidak pernah melihatnya,” tambah guru itu.

Dhamroni Chudlori lantas mengambil smartphone. Lalu, menghubungi seorang kolegnya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidoarjo. Dia ingin memastikan bahwa gedung SDN Kemantren 1 benar-benar masuk bangunan cagar budaya Sidoarjo.

Dalam obrolan singkat itu, Dhamroni meminta perhatian untuk SDN Kemantren 1. Sebab, jika atap bangunan tidak segera direhab, keselamatan siswa-siswi sekolah tersebut menjadi taruhannya. Untunglah, kata dia, kejadian plafon ambrol SDN Kemantren 1 pada Selasa pagi itu tidak sampai melukai anak-anak

”Keamanan, keselamatan, dan kenyamanan anak-anak saat belajar, itu nomor satu,” tambah Dhamroni Chudlori yang juga ketua Komisi D DPRD Sidoarjo tersebut.

Menurut informasi, atap bangunan SDN Kemantren 1 berusia sekitar 10 tahun. Baru pada tahun 2016 lalu direhab. Itu juga atapnya saja. Namun, sekarang, kayu-kayunya sudah terlihat keropos dan lapuk. Kecuali, bagian blandar yang kayu-kayunya sisa zaman Belanda. Bahannya kayu jati tulen.

Foto Pintu kuno ruang kelas di SDN Kemantren 1 Tulangan yang disebut-sebut peninggalan zaman Belanda. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Pintu kuno ruang kelas di SDN Kemantren 1 Tulangan yang disebut-sebut peninggalan zaman Belanda. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Kayu bagian reng dan usuknya sudah kelihatan rusak. Jadi, perbaikan atap kelas itu sangat mendesak untuk dilakukan. Sementara ruang belajar tersebut tidak digunakan. Dibiarkan kosong.

Dhamroni Chudlori yang juga anggota Badan Anggaran DPRD Sidoarjo berupaya serius agar kerusakan tersebut segera diperbaiki. Perbaikan cepat tidak memungkinkan karena anggaran belum tersedia. Karena itu, dia mengusulkan biaya perbaikannya saat Perubahan Anggaran dan Kegiatan (PAK) APBD Sidoarjo 2026 nanti.

”Kayu-kayunya nanti diganti galvalume semua,” kata anggota DPRD Sidoarjo dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo itu.

Menurut Plt Kepala SDN  Kemantren 1 Tulangan M. Atho’ jumlah murid di sekolahnya saat mencapai 191 orang. Mereka terbagi dalam enam rombongan belajar. Masing-masing satu rombongan belajar untuk setiap kelas. Bentuk bangunan letter L.

”Tentang sertifikat cagar budaya, kami tanyakan lagi,” ungkapnya kepada anggota DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori. (*)

Tombol Google News

Tags:

SDN Kemantren 1 Sekolah Rusak Sidoarjo DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori Dinas Pendidikan Sidoarjo Cagar Budaya Sidoarjo