KETIK, SAMPANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Tamberu Timur menggelar tradisi tahunan Rokat Desa dan Petik Laut bersama masyarakat serta nelayan di Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura. Selain diisi dengan kegiatan keagamaan berupa pengajian dan doa bersama, perayaan ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan seni teater tradisional ludruk.
Sekretaris Desa (Sekdes) sekaligus tokoh pemuda Tamberu Timur, Indra Maulana Arifin, menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, melainkan wujud nyata rasa syukur masyarakat pesisir atas limpahan rezeki dan keselamatan saat melaut.
“Rokat Desa dan Petik Laut ini adalah identitas serta warisan leluhur yang harus terus kita jaga. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengumpulkan doa bersama melalui pengajian, memohon keberkahan, keselamatan bagi para nelayan, serta ketenteraman bagi seluruh warga Desa Tamberu Timur,” ujarnya, Minggu, 2 Agustus 2026.
Pemuda Tamberu Timur dalam acara ludruk (Foto: Mat Jusi/Ketik.com)
Ia menjelaskan, dihadirkannya pertunjukan ludruk dalam rangkaian acara bertujuan untuk merawat seni teater tradisional yang mulai langka, sekaligus memberikan hiburan rakyat yang bermakna bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami sengaja menghadirkan kesenian ludruk karena seni teater tradisional ini dihilangkan dengan kuat dari kehidupan rakyat kecil. Cerita-cerita yang diangkat sangat dekat dengan keseharian kita, penuh dengan pesan moral, kritik sosial yang membangun, serta nilai-nilai kebersamaan. Sebagai generasi muda, kami merasa bertanggung jawab untuk memastikan kesenian seperti ludruk ini tidak punah tergerus arus modernisasi,” katanya.
Lebih jauh lagi, Indra Maulana Arifin, berharap kekompakan yang terjalin antara pemerintah desa, tokoh pemuda, nelayan, dan masyarakat umum dalam mensukseskan acara ini dapat terus dipertahankan demi kemajuan Desa Tamberu Timur ke depan.
“Antusiasme warga dan keterlibatan aktif para pemuda dalam agenda ini membuktikan bahwa semangat gotong royong di desa kami masih sangat kuat. Harapan kami, sinergi dan silaturahmi yang harmonis ini terus terjaga, sehingga Tamberu Timur tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga kaya akan nilai-nilai budaya dan spiritual,” tutupnya. (*)
