Sumsel United Menggila di Jakabaring, Sriwijaya FC Dipastikan Terdegradasi

1 Maret 2026 02:05 1 Mar 2026 02:05

Nanda Apriadi, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sumsel United Menggila di Jakabaring, Sriwijaya FC Dipastikan Terdegradasi

Pemain Sumsel United tampil agresif saat menghadapi Sriwijaya FC dalam laga pekan ke-21 Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu 28 Februari 2026. (Foto: M Nanda/Ketik.com)

KETIK, PALEMBANG – Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring menjadi saksi malam penuh kontras. Di satu sisi, Sumsel United berpesta kemenangan 3-0 dan menjaga asa promosi, di sisi lain, Sriwijaya FC harus menerima kenyataan pahit terdegradasi ke Liga Nusantara musim depan, Sabtu 28 Februari 2026.

Laga pekan ke-21 Pegadaian Championship 2025/26 itu praktis dikuasai Laskar Juaro sejak menit awal. Baru empat menit pertandingan berjalan, Otto Kapisa sudah membuka keunggulan lewat penyelesaian cepat yang membuat publik tuan rumah terdiam.

Belum sempat Sriwijaya FC bangkit, Juninho Cabral menggandakan keunggulan pada menit ke-21. Skema serangan rapi yang dibangun dari lini tengah memperlihatkan kedewasaan permainan Sumsel United dalam laga krusial ini.

Gol penutup datang pada menit ke-64 melalui Azis Hutagalung. Tiga gol tanpa balas memastikan Sumsel United membawa pulang tiga poin penting.

Tambahan angka ini membuat Sumsel United tetap bertahan di posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 37 poin dari 21 laga.

Poin mereka sebenarnya sama dengan Adhyaksa FC Banten di posisi kedua, namun kalah head to head dan produktivitas gol. Sementara puncak klasemen masih ditempati Garudayaksa FC dengan 38 poin setelah bermain imbang 0-0 di kandang PSPS Pekanbaru.

Meski belum beranjak dari peringkat tiga, peluang Sumsel United untuk menembus Super League musim depan tetap terbuka lebar dengan enam laga tersisa di putaran ketiga.

Pelatih kepala Nilmaizar tak menutupi rasa syukurnya atas hasil tersebut.

“Ini hasil yang luar biasa buat saya. Kita tetap berada di posisi tiga klasemen sementara. Semoga tren positif ini terus berlanjut di enam laga sisa. Saya minta pemain tetap membumi, tulus, dan ikhlas dalam berkarier di Sumsel United,” ujarnya usai laga.

Foto Raut puas Nilmaizar usai Sumsel United meraih kemenangan meyakinkan atas Sriwijaya FC, menjaga peluang tetap bersaing di tiga besar klasemen, Sabtu 28 Februari 2026. (Foto: M Nanda/Ketik.com)Raut puas Nilmaizar usai Sumsel United meraih kemenangan meyakinkan atas Sriwijaya FC, menjaga peluang tetap bersaing di tiga besar klasemen, Sabtu 28 Februari 2026. (Foto: M Nanda/Ketik.com)

Sebaliknya, kekalahan ini memastikan Sriwijaya FC terdegradasi. Laskar Wong Kito tertahan di posisi ke-10 dengan koleksi dua poin dan terpaut 20 angka dari Persekat Tegal di peringkat sembilan.

Dengan enam laga tersisa, secara matematis Sriwijaya FC sudah tak mungkin lagi mengejar. Meski menyisakan pertandingan, peluang bertahan di kompetisi ini resmi tertutup.

Malam di Jakabaring pun terasa berbeda: bukan sekadar kekalahan, melainkan akhir perjalanan di kasta ini.

Di tengah dominasi Sumsel United, satu momen istimewa hadir dari sisi lain. Muhammad Ickbal Maulana akhirnya mencatatkan debutnya bersama tim senior.

Pemain sayap regulasi U-21 bernomor punggung 29 itu masuk menggantikan Diego Pires Dall’Oca pada menit ke-74. Meski tampil singkat, kepercayaan tersebut menjadi langkah awal perjalanan kariernya bersama Laskar Juaro.

“Terima kasih kepada pelatih yang telah memberikan saya kesempatan. Ini menjadi motivasi untuk belajar lebih keras lagi di latihan dan terus berproses,” ungkap pemain yang akrab disapa Kaconk itu.

Ia juga bersyukur bisa menjalani debut dalam suasana kemenangan.

“Alhamdulillah kita diberikan kemenangan. Poin yang sangat berarti untuk menjaga asa lolos ke Super League musim depan,” tandasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Sumsel United Stadion Gelora Jakabaring pegadaian championship kota palembang Derby Sumsel