Pramuka sebagai Kartini Modern

21 April 2026 10:03 21 Apr 2026 10:03

Mustopa

Editor
Thumbnail Pramuka sebagai Kartini Modern

Oleh: Muchamad Taufiq*

Gerakan Pramuka memaknai Hari Kartini sebagai momen untuk meneruskan perjuangan emansipasi melalui pengembangan karakter dan kepemimpinan anggota putri yang cerdas dan tangguh.

Rutinitas memperingati Hari Kartini adalah upaya meningkatkan semangat bela negara berkaitan dengan cara menghargai jasa pahlawan bangsa. Namun, makna peringatan lebih dalam haruslah memunculkan kesadaran untuk mau dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai luhur perjuangannya.

Peringatan Hari Kartini haruslah menjadi ruang untuk memotivasi anggota Pramuka berani berkarya, berkarakter kuat, dan mandiri. Pramuka putri tidak hanya berfokus pada aktivitas rutin berlatih namun berani tampil di bidang sosial dan kepemimpinan.

Kartini sebagai pelopor emansipasi wanita terhadap pendidikan dan pengetahuan bertumpu pada semangat ‘membaca’ (literasi). Kartini memiliki sudut pandang mental yang kuat dalam memahami literasi. Kartini di zamannya telah mampu memaknai dan mengevaluasi situasi perempuan berdasarkan pengalaman dan nilai pribadinya. 

Saat ini, semangat yang digelorakan Kartini tidak sekedar menyasar literasi bagi perempuan. Literasi saat ini menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia baik laki-laki maupun perempuan. Budaya Literasi berpengaruh signifikan terhadap Indek Pendidikan. Sementara Indek Pendidikan merupakan salah satu kunci dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). 

Berdasarkan data pencapaian IPLM Provinsi Jawa Timur tahun 2024 sebesar 78,60 dan masuk dalam kategori sedang. Angka ini merupakan peluang bagi Satuan Karya Widya Bhakti Budaya bersama anggota pramuka Jawa Timur untuk terus bergerak dan berpartisipasi.

Meningkatkan budaya literasi dengan mengunjungi perpustakaan di daerah masing-masing, menambah koleksi buku di sanggar pramuka, serta mengintegrasikan dalam tugas-tugas Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan SKK (Syarat Kecakapan Khusus) bagi perserta didik, adalah langkah nyata yang strategis. 

Skor IPLM sering didasarkan pada pemerataan layanan perpustakaan, koleksi buku, tenaga perpustakaan, dan tingkat kunjungan/kegemaran membaca.

Selain akses fisik (IPLM), literasi juga mencakup 6 kemampuan dasar: baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya & kewargaan. 

Kartini telah memikirkan kesadaran literasi dan pengabdian sosial sejak 147 tahun silam. Karenanya, Even Perkemahan Wira Karya Pramuka Produktif Renovasi 1000 RTLH "satu gudep satu renovasi RTLH" yang digagas Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur sejatinya adalah aksi nyata dan bentuk kepedulian sosial sebagai anak bangsa dalam mengabdikan dirinya untuk negara. 

Semangat kepedulian sosial yang diinspirasi Kartini perlu terus digelorakan terutama oleh Gerakan Pramuka, karena kepedulian sosial itu adalah milik kita semua.

*) Dr. Muchamad Taufiq, SH, MH merupakan Wakil Ketua Bidang Orgakum Kwarda Jatim

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email [email protected]
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)
Tombol Google News

Tags:

opini Pramuka #harikartini kwardajatim Muchamad Taufiq