Tradisi Tolak Bala pada Pertengahan Agusutus, Masyarakat Lokal Padati Wisata Kayu Menang Aceh Singkil

12 Agustus 2026 17:01 12 Agt 2026 17:01

Zailani Bako, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tradisi Tolak Bala pada Pertengahan Agusutus, Masyarakat Lokal Padati Wisata Kayu Menang Aceh Singkil

Usai tolak bala, masyarakat umum mendatangi objek wisata lokal Kayu Menang, kecamatan Kuala Baru guna menikmati indahnya panorama alam. (Foto: Zaelani Bako/Ketik.com)

KETIK, ACEH SINGKIL – Menjelang pertengahan bulan Agustus setiap tahunnya, masyarakat Aceh Singkil, kerap melaksanakan tradisi 'Tolak Bala' (usaha atau doa untuk mencegah, menolak, atau menjauhkan diri dari malapetaka, bencana, kesusahan, penyakit, atau kesialan).

Tolak bala merupakan ikhtiar batin dalam mencegah bahaya atau ancaman buruk. "Biasanya ikhtiar ini berupa doa bersama, zikir atau sedekah memohon keselamatan kepada Allah SWT, " kata Saripudin, salah seorang pengunjung objek wisata lokal Kayu Menang, kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil, Rabu, 12 Agustus 2026.

"Biasanya, usai pelaksanaan tradisi Tolak bala, masyarakat lokal berbondong-bondong mengunjungi objek wisata lokal. Sasaran massa pantai alam Desa Kayu Menang, Kuala Baru," tambahnya.

Umumnya, para pengunjung yang datang ke pantai Kayu Menang, Kuala Baru, membawa keluarga mereka masing-masing guna menikmati indahnya panorama alam.

Anak-anak, dan orang dewasa bermandi-ria bersama deburan ombak pantai yang bergulung-gulung memecah pantai.

Saripudin bersama keluarga mengaku puas atas keindahan alam di Kayu Menang. "Pantai dan gulungan ombaknya, subhanallah, mungkin perlu sedikit polesan dinas Pariwisata berupa sarana dan prasarananya," ucapnya.

Di hari istimewa Tolak bala, terpantau ribuan masyarakat datang berkunjung ke wisata alam Kayu Menang. (*)

Tombol Google News

Tags:

Tradisi Tolak Bala Cegah Kesialan Ribuan Warga Agustus 2026