Tiga Wisata Pacitan Ini Kini Sepi Bagai Kuburan, Ada Goa Unik yang Bisa Berbunyi Gamelan

14 Juli 2026 13:54 14 Jul 2026 13:54

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Tiga Wisata Pacitan Ini Kini Sepi Bagai Kuburan, Ada Goa Unik yang Bisa Berbunyi Gamelan

Goa Tabuhan di Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan. Meski memiliki keunikan batu yang dapat mengeluarkan bunyi menyerupai gamelan saat dipukul, destinasi ini masih masuk dalam tiga objek wisata dengan jumlah kunjungan terendah sepanjang 2026. (Foto: Dok. Ketik)

KETIK, PACITAN – Kabupaten Pacitan dikenal sebagai surganya wisata alam di Jawa Timur.

Pantai Klayar, Pantai Watukarung, hingga Goa Gong menjadi magnet yang mampu menarik ratusan ribu wisatawan setiap tahun.

Namun, di balik ramainya destinasi unggulan tersebut, ternyata masih ada sejumlah objek wisata yang justru minim dikunjungi wisatawan.

Bahkan, berdasarkan data Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pacitan, tiga destinasi ini menjadi yang paling sepi sepanjang 2026.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disparbudpora Pacitan, Erwanto, mengatakan tiga objek wisata dengan jumlah kunjungan paling rendah saat ini adalah Pantai Taman, Goa Tabuhan, dan Monumen Jenderal Sudirman (Mojensu).

"Destinasi wisata yang minim pengunjung tahun ini adalah Pantai Taman, Goa Tabuhan, dan Mojensu," ujar Erwanto, Selasa, 14 Juli 2026.

Padahal, salah satu destinasi tersebut memiliki keunikan yang tidak dimiliki tempat lain, yakni Goa Tabuhan.

Goa yang berada di Kecamatan Punung itu terkenal karena batu stalaktit dan stalagmitnya dapat mengeluarkan bunyi menyerupai gamelan saat dipukul.

Keunikan tersebut membuat Goa Tabuhan dijuluki sebagai goa musik alami dan menjadi salah satu ikon wisata geologi Pacitan.

Meski memiliki daya tarik yang unik, jumlah kunjungan ke Goa Tabuhan masih jauh di bawah destinasi favorit lainnya.

Sementara itu, Pantai Taman yang berada di Kecamatan Ngadirojo menawarkan panorama pantai selatan lengkap dengan kawasan konservasi penyu.

Sedangkan Mojensu menyajikan wisata sejarah yang berkaitan dengan perjuangan Jenderal Besar Soedirman saat bergerilya di wilayah Pacitan.

Berbanding terbalik dengan ketiga destinasi tersebut, Pantai Klayar masih menjadi primadona wisata Pacitan.

Objek wisata itu menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar dengan kontribusi mencapai 32,13 persen.

Posisi berikutnya ditempati Pantai Watukarung sebesar 30,87 persen, disusul Goa Gong dengan kontribusi 12,58 persen.

Secara keseluruhan, sektor pariwisata Pacitan justru menunjukkan tren positif.

Hingga 16 Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 411.071 orang atau meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 282.692 wisatawan.

Sementara, pendapatan sektor wisata telah mencapai Rp6,24 miliar atau 56,21 persen dari target semester pertama, sementara target PAD sektor pariwisata tahun ini dipatok sebesar Rp10,98 miliar.

Disparbudpora Pacitan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kunjungan pada semester kedua 2026.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan promosi wisata akhir pekan, kerja sama dengan pemerintah desa dan BUMDes pengelola objek wisata, serta penyelenggaraan berbagai agenda budaya, sport tourism, dan festival.

Beberapa agenda yang disiapkan di antaranya Beach Run LASTLAND di kawasan Pantai Srau pada Agustus mendatang, serta Festival Film Horor (FFH) ke-2 yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.

Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap berbagai event tersebut mampu memperkenalkan lebih banyak destinasi wisata yang selama ini kurang dikenal masyarakat, sehingga kunjungan wisatawan tidak hanya terpusat di beberapa lokasi unggulan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Erwanto disparbudpora pacitan pantai klayar Pantai Watukarung Goa Gong Pantai Taman Goa Tabuhan kabupaten pacitan Berita pacitan Info Pacitan Pariwisata Pacitan Monumen Jenderal Soedirman wisata pacitan