KETIK, PACITAN – Kabupaten Pacitan tak hanya dikenal sebagai Kota 1.001 Goa dan memiliki deretan pantai eksotis.
Di balik keindahan alamnya, daerah di ujung barat daya Jawa Timur ini juga menyimpan keunikan dari nama-nama desanya yang terdengar tak biasa.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pacitan, terdapat 172 desa yang tersebar di 12 kecamatan.
Di antaranya, ada sejumlah nama desa yang kerap mengundang rasa penasaran karena terdengar unik, lucu, hingga memiliki arti yang berbeda jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Berikut 10 nama desa unik di Kabupaten Pacitan yang menarik untuk diketahui.
1. Desa Belah (Kecamatan Donorojo)
Sekilas, nama "Belah" identik dengan sesuatu yang terpisah menjadi dua bagian.
Namun, Desa Belah bukanlah desa yang terbelah secara fisik.
Nama tersebut justru menjadi identitas wilayah yang telah lama melekat dalam sejarah masyarakat setempat.
2. Desa Piton (Kecamatan Punung)
Mendengar kata "Piton", sebagian orang mungkin langsung teringat ular piton berukuran besar.
Padahal di Pacitan, Piton merupakan nama sebuah desa yang memiliki kehidupan masyarakat yang tenang dan jauh dari kesan menyeramkan.
3. Desa Pelem (Kecamatan Pringkuku)
Dalam bahasa Jawa, "pelem" berarti buah mangga.
Nama desa ini pun cukup mudah diingat karena identik dengan salah satu buah favorit masyarakat Indonesia.
4. Desa Bolosingo (Kecamatan Pacitan)
Nama Bolosingo terdengar unik karena jika diartikan secara bebas dalam bahasa Jawa dapat dimaknai sebagai "teman singa".
Meski tidak ada singa di wilayah tersebut, nama ini menjadi salah satu yang paling menarik perhatian.
5. Desa Gegeran (Kecamatan Arjosari)
Dalam bahasa Indonesia, kata "gegeran" dapat dimaknai sebagai cekcok atau pertengkaran.
Meski demikian, Desa Gegeran dikenal sebagai desa yang tetap hidup rukun dan damai.
6. Desa Temon (Kecamatan Arjosari)
Nama Temon mungkin mengingatkan sebagian orang pada nama tokoh hiburan.
Namun di Pacitan, Temon merupakan sebuah desa yang memiliki sejarah dan kehidupan masyarakat yang khas.
7. Desa Jeruk (Kecamatan Bandar)
Meski bernama Jeruk, desa ini bukan berarti menjadi sentra penghasil buah jeruk.
Nama tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri karena mudah diingat oleh masyarakat.
8. Desa Kasihan (Kecamatan Tegalombo)
Nama Kasihan sering memunculkan kesan iba bagi orang yang baru mendengarnya.
Padahal, desa ini merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Tegalombo yang memiliki kehidupan masyarakat seperti desa-desa lainnya.
9. Desa Tahunan Baru (Kecamatan Tegalombo)
Nama Tahunan Baru cukup unik karena berdampingan dengan Desa Tahunan.
Penamaan tersebut menjadi ciri khas tersendiri di wilayah Kecamatan Tegalombo.
10. Desa Tahunan (Kecamatan Tegalombo)
Berdekatan dengan Desa Tahunan Baru, Desa Tahunan juga menjadi salah satu nama desa yang mudah menarik perhatian karena terdengar sederhana, namun memiliki sejarah tersendiri dalam perkembangan wilayah setempat.
Keberagaman nama desa tersebut menjadi salah satu warna tersendiri bagi Kabupaten Pacitan.
Selain mencerminkan identitas lokal, nama-nama tersebut juga menjadi bukti kekayaan budaya dan sejarah yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Tak sedikit wisatawan yang merasa penasaran ketika mendengar nama-nama desa tersebut.
Bahkan, beberapa di antaranya kerap dijadikan bahan perbincangan di media sosial karena terdengar unik dan berbeda dari nama desa pada umumnya.
Di balik nama yang terdengar lucu atau tidak biasa, setiap desa di Pacitan tetap memiliki karakter, budaya, serta potensi yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.(*)
.png)