KETIK, MALANG – Di tengah gempuran minuman dan makanan kekinian, sebuah toko jamu sederhana di dalam Pasar Klojen justru tetap ramai diserbu pembeli. Toko itu milik Liep, pedagang jamu yang telah berjualan lebih dari 40 tahun dan kini dikenal sebagai salah satu ikon kuliner tradisional di kawasan tersebut.
Toko yang mengusung nama pemiliknya sendiri ini buka setiap hari, kecuali hari Minggu. Liep berjualan bersama anak dan beberapa rekannya, melayani pembeli yang datang silih berganti sejak pagi.
"Ingin beda dari yang lain, itu alasan saya dulu memilih jualan jamu. Dari awal buka sampai sekarang, saya tetap di sini," ujar Liep.
Tak hanya menjual jamu siap minum, toko ini juga menyediakan aneka rempah-rempah, seperti kayu manis, cengkih, asam jawa, dan berbagai bumbu herbal lainnya. Pembeli dapat memilih membeli jamu siap minum atau bahan mentahnya untuk diolah sendiri di rumah.
Nama Toko Liep perlahan dikenal luas, bahkan hingga ke luar kota. Salah satu pembeli yang datang dari luar daerah mengaku sengaja berburu jamu di sana untuk merasakan cita rasa khas jamu Jawa yang autentik.
Popularitas toko ini juga sempat terangkat setelah produknya dipamerkan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sejak saat itu, semakin banyak orang berdatangan langsung ke tokonya di Pasar Klojen.
Liep menambahkan, usahanya semakin berkembang dan ramai sejak Pasar Klojen dikenal sebagai destinasi wisata kuliner yang memadukan jajanan tradisional legendaris dengan aneka kuliner kekinian.
Di tengah maraknya produk kesehatan instan, Liep berpesan kepada generasi muda agar tidak melupakan warisan leluhur berupa tanaman herbal.
"Ini salah satu warisan tanah kita yang harus dijaga, dengan cara mengonsumsi atau mengolah sendiri tanaman herbal kita. Misalnya untuk pelangsing, memang prosesnya tidak instan, tetapi tubuh jadi sehat karena bebas dari bahan kimia, pengawet, atau campuran apa pun. Semuanya alami," katanya.
Liep juga membagikan rahasia awet mudanya. Menurutnya, tubuh yang terjaga dari paparan bahan kimia akan membuat badan lebih sehat dan bugar meski usia terus bertambah.
"Walaupun kita tidak secara fisik terlihat cantik, di dalam tubuh kita ada inner beauty karena tidak terpapar bahan kimia. Ini warisan nenek moyang kita," ujarnya.
Meski mengaku usianya sudah tidak muda lagi, Liep tetap tampil segar dan bugar. Ia meyakini hal itu merupakan hasil dari kebiasaannya mengonsumsi jamu racikannya sendiri secara rutin selama puluhan tahun.
