Mahasiswa Keluhkan Toilet Perpustakaan UB, Campur dan Kurang Privasi

Tak Nyaman Toilet Campur, Mahasiswa UB Pilih 'Numpang' di Fakultas

17 Mei 2026 05:00 17 Mei 2026 05:00

Nurul Aliyah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Mahasiswa Keluhkan Toilet Perpustakaan UB, Campur dan Kurang Privasi

Perpustakaan Universitas Brawijaya. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Fasilitas toilet di Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya (UB) menjadi sorotan sejumlah mahasiswa. Fasilitas tersebut dinilai kurang nyaman untuk menunjang aktivitas sehari-hari di lingkungan kampus.

Keluhan utama tertuju pada konsep toilet dan tempat wudu yang menjadi satu area antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Selain itu, posisinya yang langsung menghadap ke taman dirasa kurang memberikan privasi bagi pengguna. Padahal, perpustakaan merupakan salah satu fasilitas kampus yang paling ramai dikunjungi mahasiswa untuk belajar, mengerjakan tugas, hingga menghabiskan waktu berjam-jam setiap harinya.

Sejumlah mahasiswi mengeluhkan lokasi toilet yang terlalu terbuka. Area tempat wudhu yang bercampur dengan mahasiswa laki-laki juga membuat mereka merasa tidak bisa leluasa.

Foto Toilet perpustakaan UB lantai 1 yang dirasa kurang nyaman. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Toilet perpustakaan UB lantai 1. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Indie, salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), mengakui bahwa kondisi tersebut membuatnya kurang nyaman. Ia merasa area dalam toilet masih bisa terlihat dari luar, terutama saat pengguna sedang bercermin.

Oleh karena itu, Indie berharap pihak kampus bisa merenovasi fasilitas tersebut. Ia menyarankan konsep satu ruangan besar yang di dalamnya terbagi menjadi bilik-bilik tertutup, serta dilengkapi wastafel dan cermin besar, layaknya toilet di gedung FIA.

"Kurang nyaman sih soalnya satu pintu, walaupun tetap beda tapi bakal tetap kelihatan misal kita ngaca di bagian toilet cewek karena tempat wudhunya juga di situ," tutur Indie.

"Kalau dari aku boleh gak sih direnov terus kamar mandinya sendiri-sendiri kalau bisa ada wastafel sama kaca cermin yang besar, seperti di FIA dan tempat wudhunya menyesuaikan," imbuhnya.

Foto Tempat wudhu campur perempuan dan laki-laki di perpustakaan UB. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Tempat wudu campur perempuan dan laki-laki di perpustakaan UB. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Keluhan senada juga disampaikan oleh Vania, mahasiswa FIA lainnya. Ia sepakat bahwa faktor privasi menjadi kendala utama dari fasilitas tersebut.

"Kalau aku jujur, toiletnya luas, tapi bener kurang nyaman kalau dicampur cowok dan cewek," ucap Vania.

Akibat kondisi yang dirasa kurang nyaman ini, banyak mahasiswa yang akhirnya memilih untuk menggunakan toilet di fakultas masing-masing. Indah, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB), mengaku rela berjalan ke fakultasnya sendiri demi mendapatkan fasilitas yang lebih privat.

"Aku kalau di perpustakaan gak pernah ke toilet, aku sendiri sering ya ke toilet fakultas karen lebih nyaman, jadi jarang pakai kamar mandi perpus," ungkapnya.

Dengan adanya keluhan ini, pihak kampus diharapkan segera melakukan evaluasi dan peningkatan fasilitas. Perbaikan ini penting demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan layak bagi seluruh civitas akademika, khususnya bagi mahasiswi. (*) 

Tombol Google News

Tags:

Perpustakaan Ub Universitas Brawijaya Kampus Malang Kota Malang Perpustakaan Universitas Brawijaya perpustakaan Toilet Perpustakaan Ub