Sejajar Braga dan Malioboro, Kayutangan Heritage Masuk 5 Pedestrian Favorit di Indonesia

16 Mei 2026 09:45 16 Mei 2026 09:45

Nurul Aliyah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sejajar Braga dan Malioboro, Kayutangan Heritage Masuk 5 Pedestrian Favorit di Indonesia

Kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Kawasan pedestrian di Indonesia sekarang lagi jadi magnet kuat buat wisatawan domestik maupun mancanegara. Meskipun sekilas kelihatan kayak trotoar biasa, beberapa jalur pedestrian di tanah air ternyata punya daya tarik yang magis. Bukan cuma karena pilihan kulinernya yang melimpah, tata kota di area wisata ini juga punya view estetik yang bikin anak muda betah nongkrong lama-lama.

Pedestrian sendiri merupakan jalur yang khusus disediakan bagi pejalan kaki supaya bisa menikmati suasana bangunan dan taman-taman kota dengan aman. Kawasan ini juga jadi salah satu indikator utama kemajuan peradaban sekaligus pembangunan kota masa depan. Sekarang, jalur pedestrian justru bertransformasi jadi destinasi seru yang mendongkrak potensi wisata daerah perkotaan.

Penasaran di mana saja? Ini dia lima destinasi pedestrian di Indonesia yang cocok banget buat agenda liburan klasik kamu:

1. Malioboro, Yogyakarta

Foto Lampu hias tugu Malang memiki design yang menyerupai lampu hias di Jalan Malioboro Yogyakarta. (Foto: Dok. Ketik.co.id)Malioboro Yogyakarta. (Foto: Dok. Ketik.com)

Kawasan ini telah lama menjadi ikon tak tergantikan bagi Yogyakarta. Rasanya belum lengkap berlibur ke Kota Pelajar tanpa menginjakkan kaki di trotoar Jalan Malioboro. Tak heran jika kawasan ini menjadi spot tersibuk di pusat kota. Berdirinya pusat perbelanjaan, hotel, pertokoan, hingga perkantoran di sepanjang jalur ini menjadi bukti bahwa denyut nadi Yogyakarta seolah tidak pernah mati.

Membentang dari arah Tugu Yogyakarta hingga Titik Nol Kilometer, wisatawan bisa menyusuri jalanan sambil menikmati hiruk-pikuk kota yang ramah. Suasana klasik kian kental berkat deretan penjual kerajinan khas, musisi jalanan, hingga keberadaan situs bersejarah seperti Benteng Vredeburg dan Istana Kepresidenan Yogyakarta (Gedung Agung).

2. Kayutangan Heritage, Malang

Foto Nuansa ramainya trotoar di Kayutangan Heritage Malang yang menjadi destinasi pedestarian favorit di Indonesia. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Nuansa ramainya trotoar di Kayutangan Heritage Malang yang menjadi destinasi pedestarian favorit di Indonesia. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Destinasi yang satu ini sedang menjadi primadona baru di Jawa Timur. Kayutangan Heritage kini ramai dipadati wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Trotoar luas yang dikelilingi bangunan-bangunan berarsitektur kolonial menjadi magnet bagi anak muda dan keluarga untuk berjalan-jalan santai, berfoto, atau berburu kuliner.

Di sepanjang Jalan Basuki Rahmat ini, berjajar kafe estetis, kedai kopi legendaris, hingga toko suvenir unik. Tak hanya itu, fenomena menjamurnya bilik foto (photobooth) di kawasan ini menjadi daya tarik tersendiri yang membuat anak-anak muda betah menghabiskan waktu hingga malam hari.

3. Braga, Bandung

Berbicara soal pedestrian, Jalan Braga di Bandung jelas tidak boleh dilewatkan. Kawasan ini merupakan destinasi utama bagi pelancong yang ingin merasakan euforia "Bandung Tempo Doeloe". Nuansa Eropa klasik yang melekat pada bangunan-bangunan tua di sepanjang jalan selalu sukses memikat pencinta fotografi.

Jalan Braga didesain sangat ramah bagi pejalan kaki. Sembari menyusuri jalan berbatu yang khas, pengunjung bisa mampir ke berbagai coffee shop dan kafe estetik untuk menikmati secangkir kopi atau teh hangat di tengah sejuknya udara Bandung. Jika beruntung, Anda juga bisa menyaksikan kemeriahan Braga Festival yang digelar secara berkala di kawasan ini.

4. Kawasan Slamet Riyadi, Solo

Jalan Slamet Riyadi merupakan urat nadi sekaligus salah satu jalan utama terpanjang di Kota Solo. Kawasan ini menjadi pusat aktivitas kota karena dikelilingi oleh hotel, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, hingga ruang publik.

Satu hal unik yang membedakannya dari pedestrian lain adalah keberadaan jalur kereta api aktif yang terletak persis di sisi trotoar. Pengunjung bisa menyaksikan Railbus Batara Kresna rute Solo - Wonogiri atau Kereta Uap Jaladara melintas di tengah kota. Pengalaman ini menghadirkan nostalgia era kolonial yang magis. Selain itu, kawasan ini juga terhubung dengan Taman Sriwedari dan Kampung Batik Laweyan yang mempertegas identitas Solo sebagai kota budaya.

5. Embong Malang, Surabaya

Foto Potret bunga Tabebuya mulai bermekaran di daerah Embong Malang (Rina/Ketik)Potret bunga Tabebuya mulai bermekaran di daerah Embong Malang, Surabaya. (Foto: Ketik.com)

Kota Metropolitan seperti Surabaya ternyata juga memiliki jalur pedestrian yang memanjakan pejalan kaki. Jika ingin menikmati keindahan Kota Pahlawan dengan cara berbeda, cobalah berjalan-jalan di kawasan Jalan Embong Malang yang terletak di pusat kota.

Pedestrian di sini dirancang lebar dan dilengkapi dengan rimbunnya pohon Tabebuya atau yang sering disebut Sakura Jawa. Kehadiran pohon ini memberikan nuansa sejuk di tengah teriknya cuaca Surabaya. Momen terbaik untuk berkunjung adalah sekitar bulan September hingga November, saat bunga-bunga tabebuya bermekaran dengan indahnya, mengubah trotoar kota menjadi secantik jalanan di Jepang. 

Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan, kelima destinasi pedestrian di atas bisa menjadi referensi spot wajib untuk dikunjungi saat menjelajahi keindahan Indonesia.(*)

Tombol Google News

Tags:

Malioboro Yogyakarta kayutangan heritage malang Braga Bandung Slamet Riyadi Solo Embong Malang Surabaya Kayutangan Heritage Pedestrian Wisata Pedestrian