Kenali Tanda Hewan Kurban Stres, Ini Empat Tips Penanganan dari Ahli IPB

31 Mei 2026 21:30 31 Mei 2026 21:30

Thumbnail Kenali Tanda Hewan Kurban Stres, Ini Empat Tips Penanganan dari Ahli IPB

Sapi milik Presiden RI Prabowo Subianto sempat mengamuk saat proses pemindahan dari truk pikap ke lokasi Show Case Wisata Kurban di Masjid Al Akbar Surabaya. (Foto: Tangkap layar Instagram Masjid Al Akbar Surabaya)

KETIK, BOGOR – Panitia dan masyarakat perlu memperhatikan kondisi hewan kurban sebelum penyembelihan. Salah satu hal yang penting diwaspadai adalah stres pada hewan karena dapat memengaruhi kesejahteraan ternak sekaligus kualitas daging yang dihasilkan.

Ahli anatomi veteriner dan perilaku hewan IPB University, Dr. drh. Supratikno, menjelaskan bahwa stres pada hewan kurban dapat dikenali melalui sejumlah tanda fisik dan perilaku.

Menurutnya, hewan yang mengalami stres umumnya terlihat gelisah, mengeluarkan air liur berlebihan, memiliki ekor yang terjepit di antara kaki belakang, menunjukkan tatapan mata yang sangat waspada, serta bernapas terengah-engah.

"Dengan mengenali gejala tersebut sejak awal, panitia dapat mengambil langkah yang tepat untuk menenangkan hewan sebelum proses penyembelihan dilakukan," ujar Supratikno dikutip dari laman resmi IPB University, Minggu, 31 Mei 2026. 

Dr. Supratikno menyarankan beberapa upaya sederhana untuk mengurangi stres pada hewan kurban. Salah satunya dengan menghindari penggunaan pengeras suara berfrekuensi tinggi di sekitar lokasi penampungan ternak.

Selain itu, ia meminta panitia membatasi kerumunan orang di sekitar hewan karena kondisi ramai dapat meningkatkan tekanan psikologis pada ternak.

Ia juga menyarankan petugas tidak mengenakan pakaian berwarna mencolok, terutama merah atau oranye, saat menangani hewan kurban. Warna-warna tertentu dapat memicu respons yang membuat hewan semakin tidak tenang.

Langkah penting lainnya adalah memastikan petugas penyembelihan memiliki keterampilan yang memadai. Proses penyembelihan yang cepat, tepat, dan sesuai syariat dapat mengurangi penderitaan hewan sekaligus menjaga kualitas daging.

Menurut Dr. Supratikno, upaya sederhana tersebut tidak hanya mendukung pelaksanaan ibadah kurban yang baik, tetapi juga membantu menghasilkan daging yang aman, berkualitas, dan layak dikonsumsi masyarakat.

"Stres yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada kualitas daging. Secara ilmiah, kondisi tersebut dapat memicu munculnya daging dengan karakteristik dark, firm, and dry (DFD), yakni berwarna lebih gelap, bertekstur keras, dan lebih cepat mengalami kerusakan," papar Supratikno. 

Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan hewan sebelum penyembelihan menjadi bagian penting dalam rangkaian pelaksanaan kurban yang bertanggung jawab. (*)

Tombol Google News

Tags:

Tanda Hewan Kurban Stres Tips Kurban Penanganan Hewan Kurban Kesejahteraan Hewan Penyembelihan Kurban IPB University Supratikno