Flyover Gedangan Sidoarjo Bergeser ke Timur, Pembebasan Lahan Bakal Lebih Efektif

19 Mei 2026 07:18 19 Mei 2026 07:18

Fathur Roziq

Editor
Thumbnail Flyover Gedangan Sidoarjo  Bergeser ke Timur, Pembebasan Lahan Bakal Lebih Efektif

Gambar rencana lokasi Flyover Gedangan yang bergeser lebih ke bagian timur Jalan A . Yani, Gedangan, saat ini ditampilkan dalam sosialisasi di Kantor Kecamatan Gedangan pada Senin malam (18 Mei 2026). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

KETIK, SIDOARJO – Flyover Gedangan berubah posisi. Yang semula berlokasi di tengah antara timur dan barat kini bergeser lebih ke timur. Perubahan ini berdampak signifikan terhadap rencana pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk konstruksi jembatan layang tersebut. Lebih sedikit bidang dan lebih hemat anggaran.

Pergeseran posisi konstruksi Flyover Gedangan itu disampaikan saat sosialisasi awal Tim Pemkab Sidoarjo, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan pihak-pihak lain pada Senin malam (18 Mei 2026). Perubahan tersebut juga ditetapkan berdasar studi dalam detail design engineering (DED) dari pusat. Luas lahan terdampak pembebasan sekitar 45.822 meter persegi.

Pemerintah Pusat meneliti lahan di sisi timur Jalan A. Yani Gedangan saat ini. Hasil kajian topografi sisi timur ternyata memberikan lebih banyak nilai positif. Di antaranya, di sisi timur lebih banyak lahan yang berstatus milik negara. Sebut saja bekas pasar dan kantor Kecamatan Gedangan, tanah dan bangunan Mapolsek Gedangan, lahan milik PT KAI, dan sebagainya. Pembebasan lahan diperkirakan lebih mudah. Tanah negara untuk kepentingan negara pula.

Foto Jadwal rencana pembebasan lahan untuk Flyover Gedangan dari sosialisasi, pendataan, hingga pembayaran ganti rugi kepada pemilik lahan yang terdampak. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Jadwal rencana pembebasan lahan untuk Flyover Gedangan dari sosialisasi, pendataan, hingga pembayaran ganti rugi kepada pemilik lahan yang terdampak. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Waktu pembebasan lahan lebih hemat. Anggaran juga lebih efisien. Keuntungan lainnya adalah bidang lahan yang terdampak lebih sedikit. Dampak sosial ekonomi ke masyarakat juga lebih bisa diminimalkan. Misalnya, aktivitas eknomi warga di sisi barat Jalan Raya Gedangan tetap bisa berjalan. Mereka tetap bisa buka usaha.

”Apalagi saat ini anggaran untuk pemerintah juga banyak berkurang,” jelas Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Sidoarjo M. Mahmud.

Bupati Subandi yang hadir dalam sosialisasi itu menegaskan bahwa pembebahan lahan untuk Flyover Gedangan ini dilakukan tanpa merugikan masyarakat. Pemkab Sidoarjo sangat serius melaksanakan program ini karena demi kepentingan umum dan masyarakat luas.

Sudah bertahun-tahun kemacetan lalu lintas terjadi di Perempatan Gedangan. Masyarakat mengeluh. Setiap pagi terjebak macet. Salah satu Visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo adalah mencarikan solusi bagi kemacetan arus lalu lintas tersebut. Di sisi lain,  warga pemilik lahan juga bisa mendapatkan tempat tinggal atau usaha baru yang layak setelah pindah.  

Bupati Subandi memastikan tidak akan ada makelar yang ikut-ikutan dalam pembebasan lahan Flyover Gedangan. Harga tanah, bangunan, dan sebagainya milik warga akan diganti. Yang digunakan adalah harga tertinggi dari tim appraisal. Masyarakat tidak bakal dirugikan. Mereka diminta menyampaikan secara terbuka kondisi lahan miliknya. 

”Kalau ada orang-orang yang mengganggu pembebasan lahan, itu tugas Pak Kajari, Pak Kapolres,” tandas Bupati Subandi. (*)

Tombol Google News

Tags:

Flyover Gedangan Sidoarjo Pembebasan Lahan Gedangan Pemkab Sidoarjo Bupati Subandi BPN Sidoarjo