Eri Cahyadi Mutasi 57 Pejabat Pemkot Surabaya, Persilakan Mundur Jika Tak Sesuai Target

26 Juni 2026 19:55 26 Jun 2026 19:55

Fitra Herdian, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Eri Cahyadi Mutasi 57 Pejabat Pemkot Surabaya, Persilakan Mundur Jika Tak Sesuai Target

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi melakukan mutasi kepada 57 pejabat Pemkot Surabaya. (Foto: Dokumentasi Humas Pemkot Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi melakukan mutasi terhadap 57 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada Jumat, 26 Juni 2026. Puluhan pejabat itu terdiri dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas.

Pada keterangan resmi yang dikeluarkan Pemkot Surabaya, keputusan merotasi 57 pejabat tersebut, kata Eri Cahyadi merupakan hasil evaluasi berbasis kinerja dan sistem merit. Ia mengungkapkan, rotasi ini bukan dasar kedekatan pribadi atau praktik transaksional .

Eri Cahyadi juga memastikan seluruh proses mutasi dan promosi jabatan di Pemkot Surabaya berjalan transparan melalui hitungan tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

"Saya tidak pernah ikut memilih pejabat karena saya tidak ingin pemerintahan ini dipengaruhi keinginan pribadi. Di sini tidak ada jabatan yang bayar, bersyukurlah kalian," katanya.

Lebih lanjut, dalam melakukan mutasi ia tidak sekadar mencari orang pintar, melainkan figur yang memiliki komitmen kuat dan rasa menghormati warganya.

Mutasi kali ini, kata Eri Cahyadi adalah koreksi dari pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya. Ia meminta semua pejabat mulai dari camat, lurah hingga kepala daerah selalu siaga dan peka terhadap isu lokal.

“Saya minta semua pejabat peka terhadap warganya. Janganlah tidur kalau jadi pejabat. Ada warga yang tidak bisa makan, masa pejabat bisa tidur,” tegas Wali Kota Eri.

Tambahnya, Pemkot Surabaya menerapkan aturan ketat kepada seluruh pejabat yang menduduki posisi struktural akan dievaluasi total dalam waktu 6 bulan.

 “Dalam waktu 6 bulan target tidak tercapai, saya harap jenengan sebelum saya turunkan, mengundurkan diri. Jangan hanya mengambil strukturalnya, tapi waktu, pemikiran, dan fisik Anda bukan untuk warga," ungkapnya.

Eri juga mengingatkan pejabat untuk menjaga fasilitas publik seperti pedestrian yang kerap berubah fungsi sebagai lahan parkir liar hingga rusak. Ia meminta kelurahan, kecamatan, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP bersinergi menjaga aset negara agar anggaran APBD bisa dialokasikan untuk sekolah dan kesehatan gratis.

“Kota Surabaya ini berjalan dengan baik kalau birokrasinya baik. Kalau hanya Wali Kotanya yang turun tapi sistem birokrasinya tidak berjalan, ya sama saja. Hari ini saya mencari orang-orang yang tepat untuk menduduki birokrasi ini," tandas Wali Kota Eri.

Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya dari 57 pejabat yang dilantik, sebanyak 22 orang di promosikan dan 35 orang dirotasi. Dalam pelantikan tersebut, terdapat 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemkot Surabaya, antara lain:

1. Achmad Zaini sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satpol PP Kota Surabaya.

2. M. Fikser sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, yang sebelumya menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya.

3. Herry Purwadi sebagai definitif Kepala Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, yang sebelumnya menjadi pelaksana tugas.

4. Trio Wahyu Bowo sebagai definitif Kepala Dishub Kota Surabaya, yang sebelumnya menjadi pelaksana tugas.

5. dr Arif Setiawan sebagai definitif Dirut RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Kota Surabaya, yang sebelumnya menjadi pelaksana tugas. (*)

Tombol Google News

Tags:

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya Mutasi Pejabat Pemkot Berita Surabaya Info Surabaya