Betonisasi Jalan di Sidoarjo Tetap Prioritas, Bupati Subandi: Pastikan Masyarakat Merasakan Hasilnya Maksimal

31 Agustus 2026 01:54 31 Agt 2026 01:54

Fathur Roziq

Editor
Thumbnail Betonisasi Jalan di Sidoarjo Tetap Prioritas, Bupati Subandi: Pastikan Masyarakat Merasakan Hasilnya Maksimal

Lokasi proyek betonisasi ruas jalan antara RPH Krian hingga Balai Desa Kemangsen, Kecamatan Krian, strategis bagi jalur lalu lintas dan ditunggu-tunggu masyarakat. (Foto: Kominfo Sidoarjo)

KETIK, SIDOARJO – Pembetonan (betonisasi) jalan tetap menjadi program prioritas Pemkab Sidoarjo. Dari tahun ke tahun, program andalan tersebut juga dievaluasi agar semakin berkualitas serta sesuai target sasaran dan waktu penyelesaian. Bupati Sidoarjo Subandi SH MKn turun langsung dengan sidak-sidak ke lokasi proyek. Hasilnya harus maksimal bagi masyarakat.

”Kita sidak di lapangan terus. Karena betonisasi adalah satu prioritas, terutama di jalan dengan lalu lintas kendaraan yang berat,’’ kata Bupati Subandi.

Pada 2026 ini, setidaknya ada sembilan lokasi betonisasi di Sidoarjo yang diprioritaskan. Masing-masing ruas Jalan Kemangsen, Kecamatan Krian; ruas Jalan Kebonagung-Kemasan, Kecamatan Krian; Ruas Jalan Wage--Kedungturi, Kecamatan Taman, ruas Jalan Gedangan—Betro (lanjutan), Kecamatan Gedangan.\

Selain itu,  ruas Jalan Tambacemandi--Tambakoso, Kecamatan Sedati; ruas Jalan Bluru Kidul—Sidoklumpuk, Kecamata Sidoarjo; ruas Jalan Ngaban—Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin; ruas Jalan Kureksari, Kecamatan Waru; serta ruas Jalan Tambaksumur, Kecamatan Waru.  

Sidak-sidak (inspeksi mendadak) juga akan berlanjut ke ruas-ruas jalan yang membutuhkan peningkatan. Merata di berbagai kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo. Terutama, Di jalan-jalan yang selama ini dilewati oleh kendaraan bertonase tinggi. Betonisasi jalan di Sidoarjo bakal tetap menjadi prioritas pada tahun anggaran 2027 mendatang.

”Kita imbau warga yang menemukan jalan rusak parah bisa melapor ke hotline 112 agar segera bisa ditangani,” ujar Bupati Subandi.

Foto Bupati Subandi melakukan sidak proyek betonisasi jalan di ruas antara RPH Krian hingga Balai Desa Kemangsen, Kecamatan Krian, pada Selasa (26 Agustus 2026) yang diminta jangan terlambat. (Foto: Dokumen)Bupati Subandi melakukan sidak proyek betonisasi jalan di ruas antara RPH Krian hingga Balai Desa Kemangsen, Kecamatan Krian, pada Selasa (26 Agustus 2026). Masyarakat diminta ikut mengawasi agar proyek tidak terlambat. (Foto: Dokumen)

 

Libatkkan Camat, Kades, dan Masyarakat Ikut Awasi

Pemkab Sidoarjo juga melibatkan masyarakat dalam pembangunan infrakstruktur jalan. Camat, Kades, perangkat desa, maupun warga diajak bersama-sama peduli pada program betonisasi jalan di Sidoarjo. Mereka bisa ikut memantau, mengawasi, maupun melaporkan progres pengerjaan betonisasi jalan yang dilakukan kontraktor pelaksana.

”Kita tidak bisa hanya mengandalkan konsultan pengawas. Perangkat desa dan lembaga desa harus ikut mengawasi. Kalau, misalnya, satu atau dua hari tidak ada kegiatan, kepala desa harus segera melapor,” kata Bupati Subandi.

Mengapa masyarakat perlu peduli? Karena pantauan dan pengawasan masayarakat sekitar lokasi proyek akan ikut memastikan pengerjaan betonisasi jalan di Sidoarjo selesai tepat waktu atau tidak. Kualitasnya pun akan terjaga.  

Salah satu contohnya adalah betonisasi ruas Jalan Desa Tambakcemandi, Kecamatan Sedati. Jalan desa tersebut dibeton sepanjang 1,4 kilometer. Lebarnya 6  meter. Pada awal pengerjaan, proyek tersebut sudah mengalami keterlambatan. Terjadi deviasi 4 persen dari target. Bupati Subandi pun melakukan sidak ke lokasi pada Senin (24 Agustus 2026).

”Kita minta deviasi 4 persen ini segera dikejar,” tegasnya.

Foto Bupati Subandi menyidak proyek betonisasi ruas Jalan Tambakcemandi, Kecamatan Sedati, yang mengalami deviasi sekitar 4 persen. (Foto: Dokumen)Bupati Subandi menyidak proyek betonisasi ruas Jalan Tambakcemandi, Kecamatan Sedati, yang mengalami deviasi sekitar 4 persen. (Foto: Dokumen)

Dia meminta kontraktor pelaksana proyek segera menambah alat berat. Tujuannya, mempercepat pemasangan U-ditch untuk saluran air di kanan-kiri jalan beton.

Senyampang masih musim kemarau, pekerjaan bisa dikebut karena cuaca mendukung. Waktu pengerjaan proyek sekitar 6 bulan jika dihitung sejak Agustus 2026. Target selesai adalah Desember 2026.

Contoh lainnya, proyek betonisasi ruas Jalan Kemangsen antara Rumah Potong Hewan (RPH) dan Balai Desa Kemangsen, Kecamatan Krian, Sidoarjo. Berdasar laporan, proyek itu sudah terlambat pada awal-awal pengerjaan.

Panjang jalan yang akan dibeton sekitar 450 meter dengan lebar 7 meter. Namun, ada pembongkaran beton lama yang sudah rusak. Hingga didatangi pada Selasa (25 Agustus 2026), pengerjaan betonisasi itu masih sekitar 1,5 persen dari target 2 persen.  Ada deviasi juga.

”Ada sedikit keterlambatan. Ini harus segera dikejar. Jangan sampai deviasinya tambah melebar,” tandas Bupati Subandi.

Salah satu cara mengejar keterlambatan itu, lanjut dia, menambah jumlah alat berat. Ukuran dan jenisnya pun harus sesuai dengan pekerjaan. Alat berat untuk betoniasi jalan harus berukuran besar mengingat pengerjaannya juga berat.

Cara lainnya, kontraktor pelaksana harus memastikan material untuk pengerjaan selalu siap. Misalnya, U-ditch untuk saluran air. Harus dipastikan material beton juga tersedia.

Sama dengan proyek betonisasi Jalan Desa Tambacemandi, Kecamatan Sedati, perangkat kecamatan, desa, dan masyarakat juga diajak ikut aktif mengawasi. Kepala desa diminta segera melapor jika dalam beberapa hari  tidak terlihat aktivitas pengerjaan di lokasi.

Bupati Subandi menyatakan tidak ingin pengalaman pelaksanaan proyek tahun sebelumnya terjadi lagi. Tahun 2025 lalu, masih ditemukan banyak deviasi dan keterlambatan. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi bahan evaluasi Pemkab Sidoarjo dalam memperkuat pengawasan proyek pada 2026.

Pengawasan yang lebih ketat bisa mencegah terjadinya keterlambatan pekerjaan dan memastikan pembangunan berjalan sesuai target.

”Jangan sampai terjadi seperti pada tahun 2025, banyak deviasi. Banyak keterlambatan. Banyak kontraktor kena denda. Itu menjadi koreksi,” ungkapnya.  

 

 

Hasil Betonisasi Bermanfaat Maksimal untuk Masyarakat

Tidak hanya menyoroti secara ketat proyek-proyek betonisasi. Bupati Subandi mewanti-wanti kontraktor pelaksana maupun konsultan pengawas untuk memastikan kualitas hasil betonisasi jalan di Sidoarjo sesuai target. Jalan beton harus bagus.

Pada 2025, masih ditemukan proyek yang kualitasnya perlu dievaluasi. Di antaranya, jalan beton tidak rapi di bagian pinggiran. Ada retak-retak dan rompal. Padahal, beton itu baru dibangun dan sudah hampir selesai.

Bupati Subandi menegaskan, percepatan pengerjaan betonisasi jalan di Sidoarjo harus tetap menjaga kualitas hasilnya. Dengan begitu, hasil pembangunan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Jalan beton dapat digunakan maksimal sesuai fungsi serta aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Untuk itu, dalam proses pengerjaan, dilakukan pula penataan lingkungan sekitar. Bangunan-bangunan yang menjorok ke jalan ditertibkan. Misalnya, bangunan milik warga di sepanjang Jalan Raya Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo.

Di kanan dan kiri jalan, ditemukan bagian bangunan warga yang masuk ke badan jalan. Baik berupa teras maupun garasi kendaraan. Pemkab Sidoarjo meminta kesadaran warga untuk membongkarnya sendiri.

Ada pula yang memanfaatkan daerah milik jalan untuk membuka toko, warung, atau usaha lainnya. Itu pun diminta dibongkar agar badan jalan bisa difungsikan maksimal. Keberadaan teras, garasi, maupun toko itu bisa menghambat lalu lintas kendaraan.

Lebih-lebih, banyak pula bangunan yang berdiri di atas saluran air. Drainase menjadi sempit. Jika terjadi hujan deras, apalagi bersamaan dengan pasang air laut, jalan tergenang air. Banjir pun menimpa rumah warga. Bupati Subandi telah meminta camat, lurah, maupun pengurus RT dan RW untuk ikut berperan.

”Semua bangunan akan didata lebih dulu agar proses penataan berjalan baik,” tutur Bupati Subandi.

Foto Lokasi proyek beton di Jalan Raya Blurukidul, Kecamatan Sidoarjo, yang sempat terkendala oleh bangunan yang menjorok ke daerah milik jalan. (Foto: Dokumen)Lokasi proyek beton di Jalan Raya Blurukidul, Kecamatan Sidoarjo, yang sempat terkendala oleh bangunan yang menjorok ke daerah milik jalan. (Foto: Dokumen)

Selain bangunan warga dan pedagang, ditemukan pula kendala pembetonan jalan berupa tiang-tiang provider selular. Saat sidak proyek betonisasi ruas Jalan Desa Tambakcemand, Bupati Subandi menyaksikan tiang-tiang provider itu berdesakan di jalan. Jumlahnya terlalu banyak. Di satu tempat ada empat atau lima tiang.

Kondisi itu bakal mengganggu pengguna jalan dan arus lalu lintas. Jadi, jumlahnya perlu dikurangi. Cukup disisakan satu atau dua tiang provider saja. Sisanya bisa dikoordinasikan untuk dipotong atau dipindahkan.

Pemkab Sidoarjo, lanjut Bupati Subandi, bertanggung jawab memastikan penataan ruang jalan menjadi lebih rapi. Konsultan pengawas diperintahkan untuk berkoordinasi dengan pemilik tiang provider.

Pengerjaan betonisasi jalan di Sidoarjo maupun penataan lingkungan sekitarnya ditarget selesai pada Desember 2026. Semua pembangunan jalan beton harus selesai tepat waktu, berkualitas bagus, serta bermanfaat maksimal bagi masyarakat.

”Jangan sampai pekerjaan cepat selesai, tetapi kualitasnya turun dan akhirnya menjadi beban masyarakat,” tandas  Bupati Subandi. (adv)

Tombol Google News

Tags:

sidoarjo Betonisasi Jalan Bupati Subandi Pembangunan infrastruktur Pemkab Sidoarjo