[FOTO] Seniman Ludruk Meimura Bawa Besutan Pulang Kampung ke Jombang
19 April 2026 19:39 19 Apr 2026 19:39
Setelah berlangsung di Surabaya dan Sidoarjo, pentas keliling “Besut Jajah Deso Milangkori” oleh seniman Meimura mudik ke Jombang. (Foto: Rifat/Ketik.com)
Acara digelar di Sanggar Komunitas Rebung, Jl. Anggrek RT 6 RW 11, Mojokrapak, Tembelang, Jombang, pada Sabtu malam (18/4/26). (Foto: Rifat/Ketik.com)
Meimura (Meijono) (kiri, red) memerankan tokoh Besut didampingi dua pemain lokal anggota Komunitas Rebung. (Foto: Rifat/Ketik.com)
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang Dr. H. Muhajir, S.Pd., M.Ag hadir dalam acara tersebut dan menyumbangkan puisi berbahasa Jawa. Dia menyebut sekolah-sekolah di bawah naungan Kemenag Jombang saat ini aktif berperan melestarikan budaya lokal seperti besutan, ludruk, tari dan lainnya. (Foto: Rifat/Ketik.com)
Ketua Komunitas Rebung Jombang Suwasis (tengah) bersama budayawan Nasrulillah menjadi narasumber diskusi usai gelaran berlangsung. (Foto: Rifat/Ketik.com)
Seni pertunjukan Besutan merupakan cikal bakal ludruk dan berasal dari Jombang. Karena itu, pergelaran Ludruk Garingan oleh Meimura ini bagaikan perjalanan pulang ke kampung halaman. (Foto: Rifat/Ketikcom)
Meimura menjelaskan, sebelum Nusantara menjelma menjadi NKRI, Besut sudah lebih dulu menjadi “warga negara imajiner” yang setia mengabdi pada rakyat: menghibur, menyindir, dan diam-diam mencerdaskan. Ia bukan pahlawan bersenjata, tapi bersuara. Ia tidak mengangkat bambu runcing, tapi mengasah nalar publik lewat guyonan yang tampak remeh namun seringkali menggigit lebih tajam dari pidato resmi. (Foto: Rifat/Ketikcom)
Dia menambahkan, di kota yang lebih besar Surabaya, Besut menjelma menjadi Ludruk. Kesenian ini tak sekadar tontonan, tapi juga tuntunan (meski seringkali tuntunan itu diselipkan dalam tawa yang nyaris tak dianggap serius). Ludruk bukan hanya panggung hiburan, melainkan “universitas rakyat” tempat wong cilik belajar membaca realitas: tentang ketimpangan, kolonialisme, hingga absurditas kekuasaan. (Foto: Rifat/Ketik.com)
Seniman Jombang Cak Ukil ikut tampil dalam malam gelaran tersebut.
Hadir pula dalam acara ini Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Anom Antono, S.Sn. yang dikenal aktif dalam kegiatan pelestarian budaya lokal, seperti apresiasi terhadap kesenian tradisional Ludruk Besut. (Foto: Rifat/Ketik.com)
Tags:
besutan jombang meimura ludruk komunitas rebung ludruk garingan suwasis lesbumiBerita Lainnya oleh M. Rifat
11 Agustus 2026 10:15
Kembalikan Nilai Historis, Musyawarah AHWA Muktamar Ke-35 NU Bakal Digelar di Ndalem KH Abdul Wahab Hasbullah Jombang
10 Agustus 2026 12:05
73,8 Persen Wilayah Indonesia Masuki Kemarau, BMKG: Waspadai Karhutla!
10 Agustus 2026 10:15
Tol Probolinggo Situbondo Banyuwangi (Prosiwangi) Seksi 1-2 Rampung, Konektivitas Tapal Kuda Makin Kuat
10 Agustus 2026 09:15
Klasemen Veda Ega di Moto3 Usai Finis Ke-9 di GP Inggris
10 Agustus 2026 08:51
Kebakaran Gunung Bromo Meluas ke Wilayah Kabupaten Pasuruan, BPBD Terus Siagakan Petugas
10 Agustus 2026 08:40
Mario Aji Finis Posisi 22 di Moto2 GP Inggris 2026
Trending
Bassam Kasuba Susun Formasi Baru Birokrasi Halmahera Selatan
Pemkab Tulungagung Tegaskan Senam Massal di Pendopo Bukan Kegiatan Resmi, Pungutan Rp5.000 Tanpa Sepengetahuan Daerah
Usai Diserbu 2.000 Pengunjung, Kampung Coklat Blitar Kembali Gratiskan Tiket Masuk pada 17 Agustus
Kursi Kepala OPD Halmahera Selatan Kembali Dikocok Setelah 17 Agustus
