KETIK, MALANG – Mahasiswa Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) memboyong sejumlah penghargaan di tingkat internasional.
Penghargaan itu diperoleh dalam BA Global Social Enterprise Competition 2026 yang digelar Faculty of Business Administration, Rajamangala University of Technology Isan (RMUTI), Thailand, pada 23–30 Juni 2026.
Ajang penghargaan tersebut sebagai rangkaian dari program Student Mobility Outbound FBiPK UB ke RMUTI Thailand. FBiPK UB sendiri mengirimkan 10 mahasiswa dalam kompetisi dan mengangkat tema 'Youth Empowerment for Global Change'.
Dwi Retno Ningsih, selaku staf ahli Wakil Dekan Bidang Kemahasiswan FBiPK UB, menjelaskan, tema tersebut diambil sebagai komitmen dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi. Terlebih peserta diminta menciptakan gagasan dan inovasi untuk solusi kewirausahaan hingga pembangunan berkelanjutan.
"Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FBiPK UB memiliki kapasitas untuk berkompetisi pada tingkat internasional. Lebih dari sekadar meraih penghargaan, mereka juga berhasil membawa gagasan yang berorientasi pada solusi dan memberikan dampak sosial. Hal ini sejalan dengan komitmen fakultas dalam mencetak lulusan yang unggul, inovatif, dan berdampak." ujarnya, Kamis, 9 Juli 2026.
Peserta diminta menyusun proposal dan mempresentasikan di hadapan dewan juri internasional. Sebelumnya mereka telah mendapatkan pembekalan melalui rangkaian special lecture yang menghadirkan akademisi dan praktisi internasional.
Penilaian yang kompetitif membawa delegasi FBiPK UB memboyong posisi Second Runner Up, Best Presentation Award, serta dua penghargaan Honorable Mention.
"Kompetisi ini melatih mahasiswa untuk berpikir kritis, bekerja dalam tim multikultural, menyusun solusi berbasis riset, serta mempresentasikan ide di hadapan juri internasional. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kompetensi global sekaligus memperluas jejaring akademik pada level dunia," lanjutnya.
Kegiatan tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG#4: Pendidikan_Berkualitas, melalui peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi global mahasiswa, dan perluasan kolaborasi pendidikan lintas negara.
Salah seorang delegasi mahasiswa FBiPK, Naufal Samosir menjelaskan telah mendapat pengalaman berharga. Ia dan mahasiswa lainnya diajarkan bahwa inovasi harus membawa manfaat bagi masyarakat.
"Kami belajar bahwa sebuah inovasi tidak hanya dinilai dari sisi bisnis, tetapi juga dari manfaat sosial yang mampu dihadirkan bagi masyarakat. Berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara juga memperluas perspektif kami mengenai pentingnya kolaborasi lintas budaya dalam menciptakan solusi yang berdampak," tuturnya. (*)
.png)