KETIK, SURABAYA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto melakukan kunjungan di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) pada Sabtu, 9 Mei 2026 pagi.
Dalam kunjungannya tersebut banyak hal yang disampaikan, salah satunya mengenai anggaran riset untuk perguruan tinggi yang tidak mengalami penurunan.
"Dana riset sebenarnya tidak turun. Yang daftar naik tiga sampai empat kali lipat dan ada honor 25 persen. Jadi jumlahnya tidak turun, justru bertambah. Namun persaingannya menjadi lebih ketat," katanya dikutip dari keterangan resmi.
Sejalan dengan anggaran riset tersebut, Prof Brian memberikan apresiasi terhadap Umsura yang telah melakukan banyak inovasi melalui riset tersebut.
Prof Brian yang sempat berjalan-jalan di lingkungan kampus Umsura, ia melihat berbagai inovasi dari mahasiswa. Inovasi itu telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
"Hasil-hasil riset dan inovasi itu perlu disesuaikan dengan kebutuhan di daerah masing-masing. Sehingga apa yang diteliti dan dikembangkan kampus nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dan masyarakat setempat," jelasnya.
Rektor Umsura, Mundakir menjelaskan, berbagai inovasi yang dipamerkan merupakan bagian dari implementasi konsep "Kampus Berdampak" yang selama ini dijalankan Umsura.
"Kami mendukung program tersebut dengan mengarahkan riset-riset kampus pada kebermanfaatan di lingkungan sekitar," katanya.
Salah satu contoh implementasi kampus berdampak, yaitu kerja sama Umsura dengan Pemkot Surabaya dalam pemanfaatan panel surya untuk rumah pompa air di Kota Pahlawan.
“Ini bagian dari bagaimana kampus bisa berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.(*)
