Kisah 'Pasangan Fisika' Warnai Pengukuhan Rektor Unikama Prof. Sudi Dul Aji sebagai Guru Besar

6 Juni 2026 17:18 6 Jun 2026 17:18

Nurul Aliyah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kisah 'Pasangan Fisika' Warnai Pengukuhan Rektor Unikama Prof. Sudi Dul Aji sebagai Guru Besar

Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., didampingi sang istri saat prosesi pengukuhan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Fisika Teknologi dan Inovasi Pembelajaran Fisika di Unikama, Sabtu, 6 Juni 2026. (Foto: Humas Unikama)

KETIK, MALANG – Di tengah suasana khidmat pengukuhan guru besar, tawa pecah dari ruang sidang saat Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., membagikan kisah unik kehidupan keluarganya. Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) itu mengungkapkan bahwa dirinya menikah dengan sesama lulusan pendidikan fisika karena lingkaran pergaulannya yang tak jauh dari dunia yang digelutinya selama ini.

Anekdot tersebut disampaikan Prof. Sudi saat dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Fisika Teknologi dan Inovasi Pembelajaran Fisika pada Rapat Terbuka Senat Unikama, Sabtu, 6 Juni 2026.

Dengan gaya santai, Prof. Sudi mengaku tidak terlalu pandai bergaul dengan banyak orang. Karena itulah, ia akhirnya menemukan pasangan hidup yang berasal dari bidang keilmuan yang sama.

"Saya tidak bisa berkawan dengan banyak orang, sehingga tetap kembali ke dia yang fisika saja, sehingga saya banyak-banyak menemukan fisika di rumah," ujarnya yang langsung disambut gelak tawa para tamu undangan.

Kisah tersebut menjadi salah satu bagian menarik dalam pidato yang disampaikannya. Di balik perjalanan panjangnya sebagai akademisi fisika, sang istri disebut menjadi sosok yang selalu mendampingi dan mendukung kiprahnya hingga meraih jabatan akademik tertinggi.

Namun, cerita pasangan fisika itu ternyata memiliki kelanjutan yang tak kalah menggelitik. Prof. Sudi mengungkapkan bahwa tidak satu pun anaknya tertarik menekuni fisika, meskipun kedua orang tuanya berasal dari disiplin ilmu tersebut.

Bahkan, ia masih mengingat bagaimana anak-anaknya kerap mengeluhkan nilai fisika saat duduk di bangku sekolah.

"Tetapi anak saya tidak ada yang suka fisika. Kalau pulang waktu kelas 3 selalu ada keluhan, 'Pak, saya remidi.' Ternyata remidinya adalah remidi fisika. Wah, sangat bahaya ini," kenangnya sambil tersenyum, yang kembali mengundang tawa hadirin.

Pengalaman sebagai orang tua itulah yang kemudian memberinya banyak pelajaran tentang perubahan cara belajar generasi muda. Menurutnya, anak-anak saat ini memiliki pendekatan yang berbeda dalam memperoleh pengetahuan dibanding generasi sebelumnya.

Dari pengamatannya terhadap anak-anak yang mampu belajar secara mandiri melalui komputer dan teknologi digital sejak usia muda, Prof. Sudi melihat bahwa perkembangan teknologi telah mengubah pola pembelajaran secara signifikan.

Pandangan tersebut kemudian menjadi landasan dalam orasi ilmiahnya yang berjudul "Navigasi Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Fisika: Integrasi AI-Specific TPACK dan Transparansi Pedagogi di Era Digital".

Pada kesempatan itu, Prof. Sudi menekankan pentingnya adaptasi dunia pendidikan terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) tanpa meninggalkan peran guru sebagai fasilitator utama dalam proses pembelajaran. (*)

Tombol Google News

Tags:

Rektor Unikama Universitas Pgri Kanjuruhan Kampus Malang Kota Malang Pengukuhan Rektor Unikama