Ingkar Janji Hasil Rapat Cafe Samasta, AMPK Brebes Ultimatum Siap Kerahkan 1500 Peserta Aksi

27 Juli 2026 23:10 27 Jul 2026 23:10

Rusmanto, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ingkar Janji Hasil Rapat Cafe Samasta, AMPK Brebes Ultimatum Siap Kerahkan 1500 Peserta Aksi

Ilustrasi AMPK akan gelar aksi orasi pada 6 Agustus 2026 di flyover kretek paguyangan. (Foto: AMPK Brebes)

KETIK, BREBES – Pasca terjadinya kecelakaan yang melibatkan truk di ruas Jalan Nasional, tepatnya di Flyover Kretek,pada Minggu (26/7/2026) Aliansi Masyarakat Peduli Keselamatan (AMPK) Flyover Kretek beri peringatan tegas kepada seluruh instansi terkait. 

Pernyataan ini menyusul tidak adanya tindak lanjut atas kesepakatan yang telah diputuskan dalam rapat terbuka bersama Satlantas Polres Brebes dan tim penyelenggara jalan, yang dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026 lalu di Meeting Room Cafe Samasta, Bumiayu

Pada pertemuan tersebut telah disepakati berbagai langkah konkret diantaranya pengeprasan pohon berbahaya, pembetonan bahu jalan, pemasangan CCTV dan APJ, hingga rekayasa lalu lintas. Namun hingga kini, tidak ada satu pun yang terealisasi di lapangan.

Foto Ilustrasi panggilan aksi orasi AMPK  di flyover kretek Paguyangan BrebesIlustrasi panggilan aksi orasi AMPK di flyover kretek Paguyangan Brebes. (Foto: AMPK Brebes)

Pernyataan Tegas Ketua AMPK 

Ketua AMPK Flyover Kretek, Dedi Anjar Priyanto, S.E., beri ultimatum "Kami mencatat dengan baik seluruh kesepakatan di ruang rapat Cafe Samasta. Jika tidak ada solusi nyata, kami akan bertindak tegas bersama aktivis dan masyarakat. Kami siap mengerahkan sekitar 1.500 peserta dari berbagai elemen aktivis wilayah Brebes selatan untuk melaksanakan orasi di area Flyover Kretek.

Mengingat angka korban kecelakaan sudah sangat mengkhawatirkan. Kami menuntut kepastian, bukan janji manis. Jangan persoalan ini selesai di ruang rapat, lalu dilupakan begitu saja."

Pernyataan Sikap dan 6 Tuntutan Aliansi Masyarakat Peduli Keselamatan Flyover Kretek ( AMPK) 

Berulangnya kecelakaan di ruas Jalan Nasional Flyover Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, kami menuntut :

1.Penindakan tegas timbangan dan muatan,tindak tegas timbangan jalan yang tidak berfungsi. Awasi ketat agar kendaraan besar tidak overload - beban berlebih penyebab utama kegagalan rem.

2. Kaji ulang kelayakan armada Periksa ulang kelayakan kendaraan angkutan. Jangan paksakan kendaraan tua yang tidak layak beroperasi-menjadi bom waktu bagi keselamatan.

3. Pasang cctv di flyover Pemasangan cctv menyeluruh untuk identifikasi cepat penyebab kecelakaan, penindakan pelanggaran, dan pengawasan lalu lintas yang transparan.

4. Bangun bastrop dan pelebaran jalan

Bangun pagar pengaman keras (bastrup/bastop) yang memadai serta pelebaran badan jalan di titik rawan untuk meminimalkan dampak kecelakaan.

5. Pisahkan lajur kendaraan besar

Buat jalan lingkar atau jalur terpisah agar kendaraan bermuatan besar tidak melintasi Flyover Kretek. Pemisahan ini mutlak untuk mencegah kecelakaan lebih parah.

6. Pemasangan lampu PJU secara menyeluruh

Pasang Penerangan Jalan Umum (PJU) secara lengkap pada dua ruas kritis yaitu dari Flyover Kretek hingga Jalur Penyelamat 1 dan dari Kantor Samsat Bumiayu hingga Jalur Penyelamat 2

Dengan pencahayaan memadai merupakan syarat mutlak keselamatan, terutama di jalur rawan pada malam hari.

Dan jika tuntutan tidak dipenuhi, AMPK berjanji menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada Kamis, 6 Agustus 2026 di lokasi flyover. Dengan semangat“Nyawa Tidak Boleh Jadi Tumbal Kelalaian! Flyover Kretek Bukan Kuburan Jalan Raya,Keselamatan Adalah Hak Kami!”

Sementara penasehat AMPK, Selamet Riyadi, S.H., M.H., menegaskan bahwa persoalan ini sudah menyentuh tingkat perhatian nasional. Keterlambatan pelaksanaan kesepakatan resmi dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap keselamatan publik yang tidak bisa dibiarkan terus berlanjut. (*)

Tombol Google News

Tags:

Flyover Kretek Ultimatum Ampk