KETIK, JAKARTA – Lamine Yamal kembali mencuri perhatian dunia sepak bola. Di usia yang baru menginjak 19 tahun, pemain muda Spanyol itu berhasil merasakan manisnya menjadi juara Piala Dunia 2026 bersama La Roja.
Yamal menjadi salah satu talenta muda paling disorot sepanjang turnamen. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberaniannya menghadapi pemain-pemain senior membuat namanya menjadi simbol generasi baru sepak bola Spanyol.
Ia juga mencatat sejarah sebagai salah satu pemain termuda yang tampil di final Piala Dunia.
Dalam laga final Piala Dunia 2026 melawan Argentina, Spanyol berhasil keluar sebagai juara setelah menang 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu. Kemenangan tersebut membawa Spanyol meraih gelar dunia kedua sepanjang sejarah.
Meski tidak menjadi pencetak gol kemenangan di final, kontribusi Yamal sepanjang turnamen mendapat banyak pujian. Ia menjadi ancaman utama lini serang Spanyol dan membantu tim asuhan Luis de la Fuente melewati berbagai lawan berat hingga mencapai partai puncak.
Perjalanan Yamal menuju panggung juara semakin spesial karena ia masih sangat muda ketika menghadapi tekanan terbesar dalam kariernya.
Ia bahkan mencatat sejarah sebagai pemain remaja pertama yang tampil di final Euro dan final Piala Dunia.
Dengan usia yang masih 19 tahun, banyak pihak menilai Yamal memiliki masa depan panjang untuk menjadi salah satu pemain terbaik dunia.
Namanya kini mulai disejajarkan dengan para legenda yang pernah bersinar sejak usia muda seperti Pelé dan Kylian Mbappé.
Gelar Piala Dunia 2026 menjadi awal dari kisah besar Yamal. Bocah ajaib asal Spanyol itu kini bukan hanya sekadar harapan masa depan, tetapi sudah menjadi bagian dari sejarah sepak bola dunia. (*)
.png)