Askab PSSI Trenggalek Gelar TSK untuk Kali Pertama, Siap Cetak Talenta Berbakat

26 April 2026 18:12 26 Apr 2026 18:12

Agus Riyanto, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Askab PSSI Trenggalek Gelar TSK untuk Kali Pertama, Siap Cetak Talenta Berbakat

Suasana pembukaan Trenggalek Soccer Kids 2026 di Lapangan Nglongsor, Kecamatan Tugu-Trenggalek, Minggu 26 April 2026 (foto: Agus Riyanto/Ketik.com)

KETIK, TRENGGALEK – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Trenggalek melakukan gebrakan dengan menggelar Trenggalek Soccer Kids (TSK) 2026. Hal ini dimaksudkan untuk mencetak talenta-talenta sepak bola berbakat di Trenggalek.

"Membangun sepak bola itu tidak bisa instan tapi perlu proses panjang. Oleh karena itu, Askab PSSI Trenggalek menggelar TSK untuk mencari talenta-talenta berbakat," kata Puguh Purnomo, Ketua Askab setempat kepada Ketik.com, Minggu 26 April 2026.

Puguh sapaan dia menjelaskan, gelaran TSK itu baru pertama kali diselenggarkan. Sekaligus sebagai awal kebangkitan sepak bola Trenggalek, baik tingkat regional maupun nasional. "Ada sekitar 18 SSB yang ikut ambil bagian. Tentu ini cukup menggembirakan," tuturnya.

Ia menuturkan, penyelenggaraan TSK untuk kali pertama ini dibagi dalam beberapa kategori kelompok umur, yakni U-9, U-10, U-11 dan U-12. Tak terkecuali dalam pembinaan sepak bola itu berjenjang dan tidak langsung berprestasi.

"Jadi tidak mungkin langsung berprestasi di sebuah even. Pasti semuanya berproses," ujarnya.

Kemudian, setelah TSK ini akan ada lagi even untuk kelompok U-13 dan U-15. Setelah itu akan mengikuti kompetisi tingkat Jatim U-17 dan dilanjutkan dengan kegiatan resmi Asosiasi Provinsi (Asprov). Misalnya Liga 4 atau Piala Suratin. 

"Sebelum agenda resmi Asprov akan ada Trenggalek Soccer League (TSL) sekaligus sebagai ajang seleksi untuk persiapan Liga 4," ungkapnya.

Ia mengakui jika pihaknya telah membentuk tim pemandu bakat untuk memantau semua kegiatan yang menjadi agenda resmi Askab. Tujuannya untuk mengidentifikasi pemain-pemain yang nantinya disiapkan untuk even Jatim.

"Secara otomatis tim pemandu bakat sudah kami siapkan untuk beberapa kelompok umur. Tujuannya jelas, yaitu sebagai tim bayangan Trenggalek," tegasnya.

Politisi dari Hanura ini juga menyinggung terkait anggaran yang diberikan oleh KONI. Dimana anggaran tersebut memang tidaklah terlalu besar, namun pihaknya siap untuk memaksimalkan.

"Kalau ngomong kurang jelas kurang, karena hanya Rp 400 juta. Bandingakan dengan daerah lain yang anggarannya di atas Rp 500 juta, bahkan lebih," tandasnya.

Padahal, lanjutnya, selain ikut even di Jatim juga ada kegiatan-kegiatan di dalam daerah untuk, sehingha butuh anggaran yang tidak sedikit. Pendeknya, jika sepak bola di Trenggalek ingin berkembang tentu harus diimbangi dengan anggaran yang memadai.

Karena, sepak bola bisa juga menjadi daya ungkit mengenalkan sebuah daerah kepada dunia luar. "Kan sebuah daerah itu bisa terkenal bukan hanya dari pariwisatanya atau sisi lain. Tapi sepak bola bisa menjadi solusi daya ungkit sebuah daerah," imbuhnya.

Ia tidak menampik jika dukungan sponsor di Trenggalek cukup sulit, karena tidak ada perusahaan-perusahaan besar. "Kita hanya bisa berharap meminta bantuan dari CSR, apakah itu Bank Jatim atau lainnya agar bisa menopang kekurangan anggaran tersebut," tandasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

##trenggaleksoccerkids ##pssitrenggalek #InfoTrenggalek #BeritaTrenggalek