KETIK, TRENGGALEK – Setelah melantik Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Trenggalek, Doding Rahmadi, Ketum KONI Jatim Mochamad Nabil angkat bicara atas terpuruknya prestasi kontingen Kabupaten Trenggalek di dua gelaran Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov). Tak terkecuali berada di posisi juru kunci dalam perolehan medali.
Nabil, sapaan dia, mengatakan, ketua KONI Trenggalek bersama jajarannya harus konsisten dalam pembinaan atlet dan jadwal latihan.
"Jadi tidak hanya konsisten dalam pembinaan, tapi kuga harus konsisten dalam bertanding agar bisa beradaptasi saat menghadapi even yang sebenarnya.Termasuk untuk menambah jam terbang atlet," ucapnya.
Nabil berharap di kepengurusan KONI Trenggalek yang baru harus ada peningkatan prestasi, karena ketua baru sangat bersemangat memajukan olah raga di Trenggalek. "Ini menjadi sinyal positif untuk mendongkrak prestasi di event Jatim. Termasuk Porprov," ungkapnya.
Ia menyebut, salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mendongkrak prestasi adalah mengidentifikasi cabang olah raga unggulan yang diprioritasakan untuk mendulang pundi-pundi medali di Porprov atau event-event sebelum Porprov.
"Kalau memang belum bisa di Cabor unggulan, silahkan di nomor-nomor unggulan. Tentunya di Cabor terukur dan individual," tandasnya.
Ia berjanji jika KONI Jatim siap mem-back up penuh Trenggalek dalam mendongkrak prestasi di Porprov 2027. "Silahkan teman-teman KONI Trenggalek datang ke Surabaya untuk memaparkan rencana-rencanannya, atau tim kami yang datang ke Trenggalek," ujarnya.
Ketika disinggung soal fenomena mutasi atlet, ia menegaskan jika sebentar lagi ada ketentuan-ketentuan terkait pengurangan jumlah atlet, khususnya yang berasal dari luar Jatim.
"Kalau sama-sama Jatim tidak terlalu masalah, karena ujung-ujungnya kan tetap menjadi atlet Jatim. Persoalannya jika berasal dari luar daerah. Kita susah membangun komitmen," tuturnya.
Sehingga, jika berasal dari luar daerah, komitmenya ya harus menjadi atlet Jatim. "Kan ini eventnya di Jatim," tegasnya.
Ia menambahkan, tidak ada larangan khusus untuk mutasi atlet, karena sudah ada payung hukumnya. "Tapi soal mau atau tidak itu urusan masing-masing daerah," tutupnya (*)
