KETIK, JAKARTA – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, memastikan proses pencarian korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur tetap berlanjut. Operasi tidak dihentikan meski tiga korban selamat yang sebelumnya terjepit berhasil dievakuasi.
Ia menegaskan, tim SAR akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh rangkaian kereta. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih berada di lokasi kejadian.
Menurut Syafii, Basarnas belum menyatakan operasi selesai. Setiap gerbong harus diperiksa secara detail mengingat benturan keras menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah bagian kereta dan berpotensi menyisakan korban.
“Yang pasti, bahwa seluruh gerbong kereta akan kita benar-benar periksa. Untuk meyakinkan bahwa seluruh korban bisa kita evakuasi,” kata Syafii saat ditemui di lokasi, Stasiun Bekasi Timur, seperti dikutip dari Suara.com, jejaring media Ketik.com pada Selasa, 28 April 2026.
Ia menjelaskan, penyisiran total merupakan prosedur penting dalam operasi pencarian dan penyelamatan, terutama dalam kecelakaan dengan dampak benturan tinggi. Tabrakan antara lokomotif Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line bahkan menyebabkan perubahan struktur rangkaian secara ekstrem, termasuk menyatunya bagian lokomotif dengan gerbong tertentu.
Kondisi tersebut membuat tim penyelamat tidak hanya mengandalkan data awal korban, tetapi juga harus menjangkau area-area sulit yang berpotensi masih menyimpan penumpang terjebak.
Syafii menekankan bahwa kehati-hatian menjadi prioritas utama dalam operasi ini. Tim di lapangan bekerja secara cermat agar tidak ada korban yang terlewat di tengah situasi yang kompleks.
Ia juga belum dapat memastikan apakah masih terdapat korban tambahan sebelum seluruh rangkaian kereta diperiksa secara menyeluruh.
"Kita belum bisa memastikan. Tapi kita akan meyakinkan apakah masih ada sisa korban di dalam rangkaian kereta,” tutupnya. (*)
