KETIK, ACEH BARAT DAYA – Seorang warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, dibuat kaget setelah mendapati tagihan listrik yang harus dibayarnya melonjak drastis. Dari yang biasanya hanya sekitar Rp50 ribu per bulan, tagihan kini mencapai lebih dari Rp1 juta.
Warga tersebut adalah Erda (30), pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang berdomisili di Desa Iku Lhueng, Kecamatan Jeumpa, Abdya. Erda mengaku terkejut ketika hendak melakukan pembayaran.
Pasalnya, tambah Erda, tagihan listrik yang harus dilunasinya mencapai Rp1.023.245 untuk pemakaian selama dua bulan.
"Saya sangat kaget. Kok tiba-tiba bisa membengkak begini, apalagi tanpa pemberitahuan sebelumnya," ujar Erda kepada Ketik.com, Jumat (4/9/2026).
Menurut Erda, selama ini dirinya terbiasa membayar tagihan listrik sekitar Rp50 ribu setiap bulan. Karena itu, kenaikan tagihan hingga lebih dari Rp1 juta tersebut menjadi tanda tanya besar baginya.
Ia mengaku tidak menyangka tagihan pada ID pelanggan 1155101900** miliknya bisa melonjak sedemikian besar. Jika ditambah biaya administrasi pembayaran sebesar Rp7.000, total uang yang harus dikeluarkan Erda mencapai Rp1.030.245.
Erda berharap pihak PLN dapat memberikan penjelasan terkait penyebab melonjaknya tagihan tersebut. Ia juga meminta agar pelanggan mendapatkan informasi yang jelas apabila terdapat perubahan atau persoalan dalam pencatatan maupun penagihan pemakaian listrik.
"Harusnya jika ada kenaikan tagihan, PLN dapat melakukan sosialisasi kepada pelanggan. Jangan seperti ini tiba-tiba ada pembengkakan tagihan," sebutnya.
Lonjakan tagihan tersebut menjadi perhatian Erda, karena nominalnya jauh berbeda dibandingkan pembayaran bulan-bulan sebelumnya yang hanya berada di kisaran puluhan ribu rupiah.
"Saya enggan untuk membayar tagihan besa
Hingga berita ini ditulis, Ketik.com belum memperoleh keterangan dari pihak PLN Blangpidie, Abdya, terkait penyebab pasti membengkaknya tagihan listrik pelanggan tersebut. (*)
