KETIK, SURABAYA – Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya kembali menunjukkan perannya sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi dengan menjadi lokasi uji kompetensi bersertifikat SNSB bagi para calon tour leader internasional pada Sabtu 25 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh delapan peserta yang dipersiapkan untuk menangani perjalanan haji/umrah serta wisata Asia hingga Eropa.
Asesor dari Officia Academy, Agung Cahyono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari uji kompetensi nasional yang dilaksanakan secara serentak di delapan kota di Indonesia. Surabaya menjadi salah satu titik pelaksanaan yang dinilai strategis.
“Kami dari Officia Academy sudah 19 kali mengadakan uji kompetensi bersertifikat SNSB untuk tour leader internasional. Hari ini dilaksanakan serentak di delapan kota, dan Al-Yasmin menjadi salah satu lokasi yang kami pilih,” ujar Agung
Ia menambahkan bahwa ini merupakan kali pertama Officia Academy menggelar uji kompetensi di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, melainkan karena adanya kesamaan visi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidang profesional dan kewirausahaan.
“Al-Yasmin memiliki semangat yang sama, yakni membentuk individu yang tidak hanya kompeten secara keahlian, tetapi juga memiliki jiwa entrepreneur,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, para peserta menjalani dua tahapan utama, yaitu penilaian portofolio dan wawancara. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan kompeten dan berhak memperoleh sertifikat SNSB sebagai legalitas resmi untuk berkarier sebagai tour leader internasional.
Tak hanya itu, para peserta juga memberikan apresiasi terhadap fasilitas dan suasana tempat uji yang dinilai representatif, meskipun berada di lingkungan pesantren. Mereka juga menilai materi uji yang diberikan relevan dan bermanfaat untuk praktik di lapangan.
Sementara itu, Founder Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya, H. Helmy M Noor, menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Al-Yasmin terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang produktif dan inovatif.
“Tiga kata kunci Al-Yasmin adalah pesantren, digital, dan entrepreneur. Kami ingin terus menghadirkan kolaborasi yang produktif, kreatif, inovatif, dan imperatif, sehingga mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pesantren Digipreneur Al-Yasmin tidak hanya menjadi tempat pembelajaran, tetapi juga ruang aktualisasi kompetensi yang mendukung lahirnya tenaga profesional bersertifikasi dan berdaya saing internasional. (*)
