Ketua YJI Sidoarjo Sriatun Subandi: Jaga Jantung sejak Muda

22 Oktober 2026 21:24 22 Okt 2026 21:24

Fathur Roziq

Editor
Thumbnail Ketua YJI Sidoarjo Sriatun Subandi: Jaga Jantung sejak Muda

Dr Sriatun Subandi (Foto: Kominfo. Sidoarjo)

KETIK, SIDOARJO – Penyakit jantung menyerang anak-anak muda. Pencegahannya harus dimulai dengan kebiasaan sehari-hari. Dari mengatur pola makan hingga rutin beraktivitas fisik. Upaya pencegahan ini penting untuk menekan risiko penyakit jantung yang masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat. 

Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Sidoarjo dr Sriatun Subandi mengatakan bahwa penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Bahkan, penyakit jantung ini sudah menyerang usia muda. 

Besarnya persoalan penyakit kardiovaskular itu juga terlihat dari beban pembiayaannya. Data Kementerian Kesehatan RI mencatat pembiayaan penyakit jantung dan stroke mencapai Rp22,8 triliun dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 2023. Sementara itu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0,85 persen pada penduduk semua umur.

Dokter Sriatun menambahkan, upaya pencegahan perlu dilakukan dengan membangun kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat. Sejumlah faktor risiko penyakit jantung berkaitan dengan perilaku sehari-hari. Di antaranya, kurangnya aktivitas fisik, minimnya konsumsi buah dan sayur, kebiasaan merokok, serta konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan.

“Karena itu, upaya promotif dan preventif perlu terus dilakukan. Masyarakat harus semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan jantung melalui pola hidup sehat. Termasuk rutin bergerak dan memperhatikan asupan makanan sehari-hari,” ujar dr Sriatun dalam seminar peringatan Hari Jantung Sedunia bertema “45 Tahun Menjaga Masa Depan Negeri” di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (22 Oktober 2026).

Kesadaran menjaga kesehatan jantung juga perlu dibangun sejak usia muda. Dokter Sriatun juga memaparkan, menurut SKI 2023, prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter pada kelompok usia 25–34 tahun tercatat sebesar 0,15 persen. Angka tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan jantung tidak hanya penting bagi kelompok usia lanjut, tetapi juga generasi muda.

Dokter Sriatun juga mengapresiasi peran YJI yang terus mendorong masyarakat untuk menjaga kesehatan jantung. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Baik tenaga kesehatan, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.

“Kami bangga dengan adanya YJI ini. Karena, menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pencegahan dan membiasakan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Peringatan Hari Jantung Sedunia tersebut juga diisi dengan penyerahan penghargaan lomba senam jantung sehat, lomba Senam Jantung sehat beregu antarkelompok klub jantung sehat (KJS), pemberian paket sembako bagi penderita jantung, serta pemeriksaan kesehatan jantung.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari masyarakat umum, komunitas olahraga, kepala puskesmas, hingga organisasi terkait lainnya. Upaya ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung sekaligus mendorong deteksi dini. (*)

Tombol Google News

Tags:

sidoarjo Sriatun Subandi penyakit jantung Yayasan Jantung Indonesia